Soal Kelangsungan Ganjil-genap di Jakarta Diputuskan Hari Ini

Soal Kelangsungan Ganjil-genap di Jakarta Diputuskan Hari Ini
Ilustrasi, pengguna kendaraan bermotor yang melintas di wilayah DKI Jakarta yakni di ruas Jalan Sudirman menuju Bundaran HI Jalan Thamrin sebelum masa PSBB- dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski kebijakan pengendalian lalu-lintas melalui sistem pelat nomor ganjil-genap diminta untuk ditinjau lagi karena dinilai berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat menggunakan angkutan umum yang rawan penularan Covid-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak serta merta melakukannya. Dia mengaku akan melakukan evaluasi berdasar data dan fakta untuk memutuskan apakah kebijakan itu dilanjutkan atau tidak setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakhir 9 September.

“Kami di DKI selalu transparan. Kedua, kami selalu menggunakan data, dan menyampaikan data itu secara lengkap dan transparan. Jadi keputusan kebijakan-kebijakan itu selalu merujuk pada angka yang senyatanya terjadi di lapangan secara lengkap,” papar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2020).

Mantan Menteri Pedidikan itu menyebut, keputusan kelanjutan aturan ganjil genap akan disampaikan pada akhir masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi pada Rabu (10/9/2020) besok. Kini, lanjut Anies, pihaknya telah menyiapkan paket kebijakan bersamaan dengan berakhirnya PSBB, sehingga soal perkembangan ganjil-genap akan diberlakukan 10 September nanti.

“Besok, Selasa ( hari ini, 8 September) dibahas dan akan diputuskan apakah ganjil-genap berlanjut atau dihentikan. Pengumumannya bisa Rabu (9/9/2020) sore atau malam. Dasar pertimbangannya tentu data dan fakta-fakta riil kasus positif Covid-19 yang terjadi. Karena tujuan kebijakan ini juga dalam rangka menekan kasus positif,” ujar kolega Motoris di Dinas Perhubungan DKI Jakarta, saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/9/2020) petang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo sebelumnya menyatakan, penerapan kebijakan ganjil-genap telah berdampak positif berupa penurunan mobilitas penduduk ke lokasi-lokasi yang mengundang kerumunan. Bahkan penurunan jumlah orang ke tempat-tempat itu menyusut 2% sejak pemberlakuan aturan ganjil genap pada PSBB transisi.

Ilustrasi, Lalu-lintas Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sebelum wabah virus corona merebak di Indonesia – dok.Motoris

“Bahkan pergerakan ke pusat-pusat transportasi pun turun. Hasil evaluasi dilaporkan ke Bapak Gubernur, hasilnya ganjil genap tetap diberlakukan.Karena memang tujuan awal pemberlakukan kembali aturan ganjil genap ini adalah membatasi mobilitas warga. Sehingga, diharapkan bisa menekan angka penyebaran Covid-19,” tandas dia.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta Pemerintah DKI Jakarta untuk mengevaluasi kebijakan pembatasan kendaraan melalui sistem pelat nomor ganjil genap. Pasalnya, kata Doni, dari laporan yang diterimanya, kebijakan itu mengakibatkan peningkatan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) dan bus Transjakarta sebesar 3,5%.

“Kami sudah berbicara kepada pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi tentang menggunakan sistem transportasi ganjil genap,” kata dia di hadapan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Senin (8/9/2020) menyatakan kasus positif Covid-19 harian di Jakarta hingga Senin (8/9/2020) mencapai 1.105 kasus. Sehingga total kasus Covid-19 di Ibu Kota Indonesia itu mencapai 47.796 kasus, atau bertambah signifikan dari sebelumnya yang berjumlah 46.691.

Ilustrasi, Covid-19 – dok.Covid19.go.id

Pertambahan kasus sebanyak 1.105 kasus itu, kata Dewi, lebih tinggi dibanding penambahan pada Sabtu (5/9/2020) yang sebanyak 842 kasus. Atau pada Jumat (4/9/2020) yang sebanyak 895 kasus. “Sedangkan pada Rabu (2/9/2020) sebanyak 1.053 kasus, pada Selasa (1/9/2020) sebanyak 941 kasus, dan pada Senin (31/8/2020) sebanyak 1.029 kasus,” ungkap dia. (Sut/Fer/Kur/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This