Usulan Anies Ada Jalur Khusus Sepeda di Tol, Dipastikan Bakal Mental

Usulan Anies  Ada Jalur Khusus Sepeda di Tol, Dipastikan Bakal Mental
Ilustrasi, pesepeda roab Bike di sebuah jalan bebas hambatan - dok.Toronto Star

Jakarta, Motoris – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diketahui telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar di dibuat jalur khusus sepeda balap (road bike) di ruas Cawang-Tanjung Priok atau Jakarta Intra Urban Tollroad (JIUT). Meski kini, usulan tersebut masih dikaji, namun Kementerian PUPR telah memberi sinyal usulan tersebut berat untuk dikabulkan.

Setidaknya, ini terungkap dari pernyataan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Dia mengatakan, peraturan terkait dengan penggunaan dan fungsi jalan tol telah jelas-jelas tidak memungkinkan hadirnya kendaraan non bermotor untuk melintasi di jalan bebas hambatan tersebut, bahkan kendaraan bermotor yang tidak memenuhi syarat pun tak boleh.

“Kalau kita pertuarannya itu kan jelas, bahwa jalan tol itu hanya untuk kendaraan rbermotor oda empat atau lebih. Kalau kurang dari empat (roda empat) saja tidak boleh. Bemo saja (yang merupakan kendaraan bermotor) tidak boleh kan? Apalagi sepeda. Itu semua ada aturannya. Jika mengacu pada peraturan yang berlaku sekarang, road bike event tidak memenuhi peraturan yang ada,” papar Basuki di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Ilustrasi, suasana jalan tol Dalam Kota Jakarta- dok.skyscrapercity.com

Terlebih, kata Basuki, dari laporan dari tim pen kementeriannya menunjukkan penggunaan ruas tol – meski hanya satu jalur saja – untuk kendaraan non bermotor yang disyaratkan tidak memungkinan. Sehingga, penggunaan oleh kendaraan yang diizinkan tidak diperkenankan.

Namun, apakah nantinya – di waktu yang akan datang – jalur sepeda di jalan tol diperkenakan? Hal itu, lanjut Basuki, tergantung hasil kajian. “Tetapi yang jelas kalau dengan surat yang sudah diajukan sekarang untuk road bike, kami kira tidak memenuhi aturannya,” kata dia,

Peraturan yang dimaksud Basuki adalah pasal 53 ayat (1) UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan yang menyebutkan bahwa jalan tol hanya
diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor. Perubahan aturan tersebut melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas PP Nomor 15 Tahun 2005, menyebutkan Pasal 38 pada ayat (1) jalan tol diperuntukkan bagi pengguna yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Ilustrasi, seorang yang bersepeda di jalur khusus sepeda di jalan tol Australia – dok.Istimewa

Kemudian pasal 38 PP itu menyebut jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan beroda empat atau lebih. Aturan ini, sebut Basuki, masih berlaku sehingga tidak memungkinkan jalur sepeda ada di jalan tol seperti yang dimintakan oleh Anies Baswedan. (Kur/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This