Pesepeda Masuk Ruas Tol Jagorawi, Ini Kata Jasa Marga

Pesepeda Masuk Ruas Tol Jagorawi, Ini Kata Jasa Marga
Ilustrasi, gerbang jalan tol ruas Jagorawi - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Jasa Marga Tbk mengonfirmasi peristiwa masuknya rombongan pesepeda ke dalam Jalan Tol Jagorawi tepatnya di Kilometer (Km) 46+500 (Polingga), pada Minggu (14/9/2020) sekitar pukul 11.00 WIB kemarin. Meski kasus itu masih dalam penyelidikan kepolisian, namun Jasa Marga mengaku menyayangkan karena aksi itu melanggar peraturan pemerintah.

Seperti diungkap General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Oemi Vierta Moerdika, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Minggu (13/9/2020), tindakan pesepeda yang masuk ke ruas tol itu melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, khususnya Pasal 38 Ayat 1.

“Dalam pasal ini disebutkan jalan tol hanya diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” ungkap dia.

Menurut Oemi, dari keterangan petugas di lapangan maupun petugas kepolisian rombongan pesepeda tersebut masuk melalui akses masuk Jalan Tol Jagorawi Km 47+200 (traffic light Ciawi). Kemudian, mereka mencoba melawan arah dengan menyeberang di median pada Km 46+500, menuju Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Km 45.

Ilustrasi, bersepeda di ruas jalan tol di Indonesia tidak diperbolehkan karena melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 Pasal 38 Ayat 1- dok.San Simeon

Padahal, lanjut dia, PT Jasa Marga telah memasang rambu-rambu informasi terkait dengan ketentuan yang ada pada Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 itu. “Kami telah memasang rambu larangan kendaraan roda dua masuk tol, rambu kendaraan apa saja yang boleh masuk tol dan batas kecepatan berkendara di jalan tol, di setiap akses masuk tol,” jelas Oemi.

Dia menegaskan, jalan tol sangat berbahaya dilewati kendaraan roda dua, sebab spesifikasi rancang bangunnya ditujukan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Soal batasan kecepatan misalnya, di jalan bebas hambatan itu minimal 80 kilometer per jam (Kpj) untuk jalan tol antar kota.

“Sedangkan untuk jalan tol perkotaan 60 Kpj. Pengendara sepeda juga akan bermasalah dengan empasan angin dari kendaraan lain sebab jalan tol dibuat tanpa hambatan. Sehingga, karena melanggar aturan, maka jika kendaraan roda dua, termasuk sepeda masuk tol, dapat dikenakan tindakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tandas Oemi. (Has/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This