Masa PSBB Transisi di Jakarta Berakhir, Ganjil-genap Belum Berlaku

Masa PSBB Transisi di Jakarta Berakhir, Ganjil-genap Belum Berlaku
Ilustrasi, Lalu-lintas Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sebelum wabah virus corona merebak di Indonesia - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Masa pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi yang ditetapkan berdurasi 9 – 22 November telah berakhir, hari ini, Senin (23/11/2020). Namun, kebijakan pengendalian lalu-lintas melalui pelat nomor ganjil-genap yang selama ini menyertai PSBB, hingga hari ini belum berlaku.

“Iya. Dipastikan sampai hari ini (Senin, 23 November), masih belum diberlakukan. Kebijakan pemberlakuan pelat nomor ganjil-genap ini akan didiskusikan dengan intransi-instansi terkait, khusus pemerintah provinsi DKI Jakarta,” ujar Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktoral Lalu-lintas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Menurut Fahri, salah satu aspek yang menjadi pertimbangan kebijakan belum diberlakukannya aturan ganjil-genap adalah demi mencegah paparan virus corona (Covid-19). Sebab, jika aturan ganjil-genap diberlakukan, akan banyak orang yang menggunakan kendaraan angkutan umum atau berduyun-fuyun ke wilayah DKI Jakarta.

“Kita hindari kerumunan massa ini. Kasus positif Covid-19 kan masih tinggi. Tetapi, sekali lagi, kita diskusikan dengan pemerintah DKI Jakarta dan instnasi lainnya,” ucap Fahri.

Ilustrasi, pemberitahuan tentang wilayah pemberlakuan tilang elektronik di Jakarta – dok.Motoris

Kendati demikian, dia tetap mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan hukum dan peraturan lalu-lintas yang ada. Hal itu demi keselamatan dan keamanan diri sendiri maupun orang lain sesama pengguna jalan.

Sebab, imbuh Fahri, keamanan dan keselamatan berkendara dibuat bukan sekadar untuk mengatur arus lalu-lintas tetapi demi menjaga keamanan dan kenyaman berkendara yang berujung ke keselamatan berlalu-lintas. Kepatuhan pengguna jalan akan mewujudkan ketertiban.

“Jadi ada atau tidak ada kebijakan ganjil-genap, mematuhi peraturan lalu-lintas harus diutamakan. Keselamatan nomor satu,” imbau Fahri. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This