PSBB Kembali Diperpanjang, Ganjil-genap di Jakarta Masih Belum Berlaku

PSBB Kembali Diperpanjang, Ganjil-genap di Jakarta Masih Belum Berlaku
Ilustrasi,,Lalu-lintas Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta saat penerapan aturan ganjil-genap -dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1295 Tahun 2020 kembali memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Kepurusan itu didasari tujuan untuk menekan angka penambahan kasus positif paparan virus corona (Covid-19) di warga masyarakat.

Terlebih, tak sedikit warga DKI Jakarta yang telah berpergian ke luar kota dalam rangka libur Natal dan Tahun baru. Sehingga, adanya kemungkinan menjadi carrier atau pembawa virus atau bahkan mengidap virus corona juga tinggi.

“Berdasarkan penilaian dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencan) maupun Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, kami memutuskan untuk memperpanjang PSBB masa transisi hingga 17 Januari 2021,” ungkap Gubernur Anies Baswedan dalam keterangan tertulis, yang dirilis di Jakarta, Minggu (3/1/2021).

Ilustrasi, Lalu-lintas Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sebelum wabah virus corona merebak di Indonesia – dok.Motoris

Perpanjangan PSBB itu, lanjut Anies, juga diikuti dengan pembatasan kerumunan massa. Termasuk di kendaraan angkutan umum.

Oleh karena itu, ketentuan pelat nomor ganjil-genap sebagai upaya untuk mengendalikan arus lalu-lintas kendaraan pribadi juga ditiadakan selama masa pemberlakuan PSBB transisi itu. Tujuannya, agar tidak terjadi penumpukan kerumunan masyarakat di moda transportasi umum.

Masih belum berlakunya kebijakan ganjil-genap dipastikan Kepala Subdirektorat Penegakkan Hukum Direktorat Lalu-lintas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar.

Ilustrasi, pemberitahuan tentang wilayah pemberlakuan tilang elektronik di Jakarta – dok.Motoris

“Benar, aturan pelat nomor ganjil-genap masih belum berlaku. Ini sejalan dengan perpanjangan PSBB yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Dengan peniadaan aturan itu, diharapkan masyarakat tidak berbondong-bondong menggunakan angkutan umum dan terjadi kerumunan, sehingga ada kemungkinan paparan virus corona, dan kasus positif meningkat,” papar dia saat dihubungi Motoris di Jakarta, Senin (4/12/2020).

Kendati begitu, Fahri menegaskan peraturan lalu-litas lainnya tetap berlaku. Setiap pealnggaran atas perturan yang ada tetap akan dikenai sanksi. (Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This