SPBU Shell dan Kawan-kawan Bakal Hadir di Daerah Terpencil RI

Ilustrasi SPBU miik Shell – dok.Global-msi.com


Jakarta, Motoris – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan akan memperlakukan semua badan usaha yang menjalankan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Jika selama ini hanya SPBU Pertamina alias SPBU yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina saja yang menyentuh daerah tertinggal, terdepan, dan terluar alias terpencil, nantinya semua SPBU swasta jika wajib hadir di sana.

“Iya, betul. Kami berusaha untuk memberikan perlakuan yang sama. Hak dan kewajiban yang setara di antara badan usaha pemegang izin usaha SPBU itu. Termasuk untuk membangun SPBU di luar Jawa untuk penyaluran bahan bakar di daerah tiga T tadi (tertinggal, terdepan, dan terluar,” papar anggota Komite BPH Migas, Muhammad Ibnu Fajar, saat dihubungi di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Ilustrasi, SPBU Total di Kemang, Jakarta Selatan – dok.Youtube

Fajar menegaskan, pihaknya akan membuat pertauran – yang bersifat kewajiban penyaluran tersebut –di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar itu sebagai Remote Market Obligation (RMO).

Dengan kewajiban seperti itu, maka masyarakat setempat juga akan mendapatkan berbagai macam pilihan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disajikan oleh berbagai pengelola SPBU seperti halnya di wilayah pulau Jawa atau di kota-kota besar.

Pada sisi lain, semua badan usaha pemilik izin usaha SPBU juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam melayani masyarakat. Artinya, tidak ada pembedaan antara satu pengelola SPBU satu dengan lainnya.

Ilustrasi-SPBU-AKR-dok.Istimewa

Menurut Fajar, saat ini tidak kurang 141 badan usaha di Indonesia – di antaranya PT Shell Indonesia , PT AKR Corporindo Tbk, PT Total Oil Indonesia, dan PT Pertamina – yang memiliki izin usaha penyaluran BBM di Tanah Air melalui SPBU milik mereka atau yang dikelola bersama mitranya. Total BBM yang mereka salurkan saban tahunnya mencapai 70 juta kilo liter. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This