Pemerintah Undur Standar Euro 4 Diesel ke 2022, Ini Alasannya

Ilustrasi, standar emisi Euro 4 untuk Mesin Diesel – dok.The Sun


Jakarta, Motoris – Pemerintah mengundur jadwal dimulainya pemberlakuan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel dari yang semestinya pada April tahun ini menjadi 7 April 2022. Ada empat alasan yang mendasari keputusan pengunduran jadwal tersebut.

Dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Rabu (28/4/2021), Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (Imatap) Kementerian Perindustrian, Sony Sulaksono, menyebut alasan pertama terhambatnya suku cadang kendaraan Euro 4 yang terhambat.

“Karena impor komponen dan suku cadang kendaraan Euro 4 dari negara-negara calon pemasok yang saat ini belum pulih dari dampak pandemi Covid-19,” kata dia.

Kedua, proses pengujian untuk menetapkan kendaraan apakah telah sesuai dengan standar Euro 4 saat ini antreannya panjang. Hal itu dikarenakan terbatasnya fasilitas pengujian, khususnya untuk kendaraan bermesin diesel dengan bobot kurang lebih 3,5 ton.

Ilustrasi, pengisian bahan bakar mobil bermesin diesel – dok.Istimewa

“Untuk pengujian kendaraan diesel dengan bobot di atas 3,5 ton dilakukan di luar negeri, seperti di Jepang dan Jerman,” ujar Sony.

Faktor ketiga, karena terbatasnya ketersediaan tenaga ahli untuk pengembangan teknologi Euro 4, baik dari sisi produksi maupun uji coba karena terkendala oleh pandemi Covid-19. Dan keempat, pertimbangan harga.

Sebab, lanjut Sony, untuk memenuhi standar yang ditetapkan itu, maka kendaraan yang bersangkutan juga harus mendapatkan tambahan teknologi. Hal ini membawa konsekwensi terhadap harga kendaraan.

“Dengan kondisi seperti sekarang ini (ekonomi yang masih terdampak pandemi Covid-19), dengan naiknya harga itu, dikhawatirkan tidak terserap oleh pasar karena daya belinya yang sedang menurun,” imbuh Sony.

Ilustrasi, truk di jalan tol – dok.Motoris

Sementara itu, Chief Operating Officer PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo, yang dihubungi usai diskusi secara virtual dengan wartawan otomotif di Jakarta, Rabu (28/4/2021) menegaskan, secara teknologi pihaknya telah siap dengan produk yang berstandar Euro 4.

“Bahkan, sejak tahun 2010 lalu, telah mengekspor truk medium dan bus. Hino memperkenalkan teknologi mesin common rail sejak tahun 2012. Kami juga telah mengekspor truk dan bus berstandar Euro 4 ke sejumlah negara, termasuk ke Vietnam dan Filipina. Jadi secara kesiapan produk kami tidak ada masalah,” ujar dia.

Justeru, lanjut dia, yang menjadi pertanyaan saat ini adalah kesiapan pemerintah, termasuk dalam penyediaan bahan bakar yang sesuai dengan standar tersebut. Hino, kata dia, telah mengadopsi teknologi common rail yang memiliki keunggulan tidak hanya rendah emisi, tetapi juga efisien bahan bakar.

Ilustrasi, truk buatan Hino Motor yakni Hino Ranger FLX 260 JW 8×2 – dok.HMSI_

“Hasil pengujian yang kami lakukan sebelumnya menunjukkan dengan teknologi itu, bisa hemat bahan bakar hingga 5%. Ini sebagai komitmen kami untuk mendukung bisnis pelanggan kami, sehingga kegiatan bisnis tetap berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan kuntungan tetap maksimal,” tandas Santiko. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This