Jangan Salah Kaprah Soal Ganjil Genap di Cikampek

Jangan Salah Kaprah Soal Ganjil Genap di Cikampek

Jakarta, Motoris – Mengantisipasi padatnya lalu lintas di ruas tol Jakarta-Cikampek, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya menerapkan sistem pembatasan dengan pola ganjil-genap untuk mobil pribadi. Penerapanya akan berlaku di dua pintu tol yang selama ini dianggap menjadi “biang kerok” kepadatan, yaki Bekasi Barat dan Timur.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub Bambang Prihartono, menjelaskan, penerapan ganjil genap secara sistem dibuat sama dengan metode mengurai kemacetan pada beberapa jalan di Jakarta.

“Secara teknis sama, jadi saat tanggal ganjil hanya mobil dengan plat nomor ganjil saja yang bisa masuk, begitu juga sebaliknya,” kata Bambang saat dihubungi Motoris, Kamis (22/2/2018).

Menurut Bambang, agar tidak salah persepsi, penekanan yang harus diperhatikan adalah pada lokasi penerapannya. Pemberlakuan sistem pembatasan ganjil-genap ini tidak pada ruas tol tapi hanya pada akses pintu tolnya saja.

Baca juga: Studi Baru Sebut Pasar Mobil Listrik Berjalan Lamban

“Jadi bukan di ruas tolnya, tapi hanya pada dua pintu tol itu (Bekasi Barat dan Timur). Masyarakat yang akan masuk ke pintu tol itu harus menyamakan plat nomor dengan tanggal, bila tanggalnya genap tapi platnya ganjil mereka tetap bisa masuk tapi tidak lewat dua pintu tol itu,” ucapnya.

Pintu tol Bekasi Barat dan Timur, lanjut Bambang, memiliki intensitas kepadatan volume kendaraan yang cukup tinggi. Dengan adanya pembatasan ganjil-genap diharpakan bisa mengurai kepadatan tersebut dan mendorong masyarakat mengguna moda transportasi umum, khususnya untuk menuju ke Jakarta.

Sementara untuk penerapannya, dijadwalkan mulai terealisasi pada 12 Maret 2018 mendatang dengan skema waktu mulai pukul 06:00 sampai 09:00 WIB. Pada kedua pintu tol tersebut akan diawasi oleh petugas, namun agar masyarakat tidak kaget, saat ini bersama dengan Jasa Marga juga sedang melakukan proses sosialisasi dengan cara membagi-bagikan flyer.

“Secara intergasi dan solusi kita sudah siapkan Transjabodetabek Premium, masyarakat bisa menggunakan bus tersebut untuk ke Jakarta atau balik ke Bekasi jadi bisa mengurangi angka volume kendaraan,” ucap Bambang. (SQL)

CATEGORIES
TAGS
Share This