Pemain Ban Kipas-kipas Rupiah Terus Melemah

Pemain Ban Kipas-kipas Rupiah Terus Melemah

Jakarta, Motoris – Rupiah terus melemah terhadap dolar AS, dengan akumulasi penurunan sekitar 4% menjadi Rp 14 ribuan. Hal ini memberatkan beberapa subsektor industri manufaktur, seperti makanan dan minuman olahan serta farmasi.

Namun, bagi pemain ban, terutama yang berorientasi ekspor, pelemahan rupiah justru menawarkan peluang untuk memompa profitabilitas. Ini bisa terjadi lantaran pembelian bahan baku memakai rupiah, namun penjualan dengan dolar AS.

“Pelemahan rupiah berdampak baik terhadap kinerja kami, karena portofolio ekspor sangat besar,” ujar Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) Ade Bunian pada paparan publik perseroan, belum lama ini.

Hasil paparan publik perseroan dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/5/2018). Ade menegaskan, prospek pasar ekspor masih menjanjikan, seiring pelemahan rupiah. Meski begitu, dia berharap kinerja keuangan tak ditentukan oleh depresiasi rupiah, melainkan dari kinerja operasional.

Baca juga: Importir dan Produsen Oli Tak Sudi Terima SNI Wajib

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Harga Baterai Melandai, Penjualan Mobil Listrik Melejit!

Ade menambahkan, pada 2017, sebanyak 67% penjualan perseroan disumbangkan ekspor, sedangkan 33% domestik. Ekspor Multistrada mengarah ke Amerika Serikat (AS) sebesar 28%, lalu Asia 13%, Timur Tengah 12%, Eropa 7%, Australia 5%, dan Afrika 2%.

Lonjakan penjualan terjadi di pasar AS, sebesar 62%, lalu Eropa 23%, Afrika 20%, Asia 18%, dan domestik sebesar 14%, sedangkan pasar Australia 0,4%. Adapun penjualan ke Timur Tengah turun 3%. Mayoritas ban yang diekspor adalah ban mobil penumpang. Sementara itu, sebanyak 97% penjualan ban motor dipasok ke domestik. Kontribusi penjualan domestik naik menjadi 37% kuartal I tahun ini, diikuti AS 26% dan Asia 12%

Per Maret 2018, penjualan Multistrada naik menjadi US$ 79 juta dari US$ 65 juta. Perseroan mampu membukukan laba periode berjalan US$ 25 ribu, dari rugi US$ 312 ribu. Namun, perseroan masih didera rugi bersih alias U$ 35 ribu membaik dari sebelumnya US$ 309 ribu. Ada tiga merek ban yang diproduksi perseroan, yakni Corsa, Achilles, dan Strada. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This