Seberapa Nasional Kandungan Lokal Gesits?

Seberapa Nasional Kandungan Lokal Gesits?

Jakarta, Motoris – Motor listrik hasil kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan PT Gesits Technologies Indo (GTI), Gesits, siap pamer diri. Versi produksi massal dari skutik listrik (EV) ini, siap diluncurkan di Jakarta, 17 Agustus 2018.

Untuk produksinya, GTI bakal menggandeng salah satu perusahaan BUMN, PT Wika Industri dan Konstruksi (Wikon). Rencananya, Gesits bakal diproduksi mulai Oktober 2018, dengan target sampai akhir tahun sebesar 2.000 sampai 4.000 unit. Kemudian, pada 2019 ditetapkan 50.000 unit.

“Konten lokal Gesits sampai saat ini masih jadi perdebatan. Jika dihitung dari proses pengembangan, kandungan lokal Gesits sudah mencapai 95 persen,” jelas Harun Sjech, CEO GTI di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Memang, untuk motor listrik Gesits ini tidak 100 persen menggunakan komponen dalam negeri. Pasalnya, masih ada komponen yang disuplai dari merek luar negeri, seperti baterai dan shockbreaker.

“Tidak ada suplier dalam negeri yang bisa membuat shockbreaker. Ada merek Jepang dan kita pilih merek dari Cina. Baterai juga dari Korea Selatan (Samsung) dan Cina,” tegasnya.

Baca juga: Gesits Bikin Motor Jepang Gerah di Indonesia

 

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Honda Jazz Generasi Keempat Mulai Terungkap.

Meskipun begitu, untuk komponen utama motor listrik Gesits, seperti motor elektrik (dinamo) bakal dibuat oleh PT Pindad. Sedangkan controller bakal dikembangkan oleh PT LEN, tapi tetap lewat PT Pindad.

“Motor elektrik dan controller kan berkesinambungan, jadi dikerjakan berdua oleh PT LEN yang berkomunikasi dengan PT Pindad di Bandung,” kata Harun.

Sedangkan kompinen vital lainnya, juga melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk teknologi daur ulang (recycle) baterai, Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan ponsel serta aplikasi digital untuk Gesits, sampai Universitas Sebelas Maret Semarang (UNS) untuk teknologi sel baterai.

“Gesits merupakan tonggak sejarah baru di Indonesia. Baru pertama kalinya, hasil riset kampus terbaik Indonesia terealisasi ke dunia industri. Merek Jepang sudah lama mendominasi pasar sepeda motor kita (Indonesia) sampai puluhan tahun, mereka sudah menikmati keuntungan besar. Sekarang giliran orang Indonesia asli,” kata Harun.

Juni ini, GTI bersama seluruh perusahaan pemasok termasuk IKM komponen Indonesia, menandatangani kesepakatan bersama. Intinya, kata Harun, adalah memastikan dukungan penuh demi mewujudkan mimpi Indonesia punya kendaraan berdarah nasional. (Hrp)

CATEGORIES
TAGS
Share This