Jelang Lebaran CBR250RR dan R25 Malah Ambles

Jelang Lebaran CBR250RR dan R25 Malah Ambles

Jakarta, Motoris – Meski April lalu penjualan Honda CBR250RR sempat naik jadi 390 unit, namun Mei 2018 atau jelang lebaran malah ambles. Nasib serupa dialami Yamaha R25.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukan, Honda CBR250RR terjual kurang dari sepertiga penjualan April. Konkretnya, motor 250 cc Honda itu hanya laku 107 unit, padahal selama April sebanyak 390 unit berhasil dilego.

Sedangkan pada saat yang sama, penjualan Yamaha R25 juga ambrol separuh lebih. Padahal, penjualan pada bulan keempat itu juga telah merosot dibanding bulan Maret. Artinya, tren longsirnya penjualan motor milik merek berlambang garputala ini terus terjadi.

Data AISI menyebut pada Mei lalu penjualan Yamaha R25 hanya 83 unit. Sementara di bulan sebelumnya penjualan yang dibukukan sebanyak 126 unit. Jumlah ini meluncur  tajam dibanding Maret yang sebanyak 2.017 unit.

Tapi, kinerja penjualan Honda dan Yamaha itu berkebalikan dengan Kawasaki Ninja 250. Sepanjang April, motor andalan Kawasaki itu hanya terjual 49 unit atau menyusut drastis dibanding Maret yang sebanyak 2.687 unit, namun pada Mei kembali bangkit.

Baca juga: Suzuki GSX Buatan Tambun Kena Recall di Inggris

FOLLOW IG @MotorisIndonesia atau #MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Stok Mitsubishi Mirage Menumpuk di Diler.

Memang, kebangkitan penjualan itu, angkanya tak seheboh bulan-bulan sebelumnya, yakni hanya 216 unit. Meski begitu, kenaikan penjualan menjelang lebaran tersebut menjadi pertanda bahwa motor sport ini masih menggeliat di pasar.

Bahkan, secara total penjualan dari Januari – Mei, Kawasaki Ninja masih berada di urutan pertama dengan jumlah unit yang dilego sebanyak 6.030 unit. Honda CBR250RR 1.228 unit, dan Yamaha R25 sebanyak 577 unit.

Skutik premium
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengakui adanya tren penurunan kinerja penjualan motor sport 250 cc pada tahun ini, khususnya di bulan menjelang lebaran. Menurutnya, ada tren beralihnya calon pembeli ke model skutik premium.

“Saya menduga (ada) switching (beralihnya pilihan) ke matik premium. Karena penjualan matik ini naik sekitar 20%,” ujar Sigit saat dihubungi Motoris, Minggu (10/6/2018).

Baca juga: APM Ramai-ramai Mulai Tes Euro IV

All New Yamaha R25 – dok.Istimewa

Pernyataan hampir serupa pernah dikemukakan Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor, Thomas Wijaya. Dia menyebut selain tren daya beli yang menyusut, juga karena beralihnya ke model skutik premium.

“Ya, ini ada beberapa faktor. Pertama, karena faktor ekonomi khususnya product domestic brutto (PDB) per kapita (pendapatan per kapita) masyarakat yang stagnan, atau belum beranjak. Pendapatan saat ini masih rata-rata sekitar US$ 3.600 per tahun (sekitar Rp 50.760.000 setahun atau Rp 4,23 juta per bulan),” kata Thomas saat ditemui di sela acara buka puasa bersama, di Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Fakta berbicara, sepanjang Januari-April lalu penjualan motor sport Honda itu hanya 1.121 unit. Padahal, di rentang waktu yang sama tahun 2017, sebanyak 4.141 unit. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This