Menciut di Juni, Penjualan Motor Diyakini Ngegas Lagi

Menciut di Juni, Penjualan Motor Diyakini Ngegas Lagi

Jakarta, Motoris – Penjualan sepeda motor sepanjang Juni yang diperkirakan menurun karena banyaknya hari libur, diyakini akan kembali menguat pascalebaran. Kebutuhan untuk pendidikan anak sekolah dan perhelatan pemilihan umum kepala daerah hingga September 2018 diyakini tak banyak berpengaruh.

“Kalau kami meyakini dua kondisi tersebut. Sehingga, penjualan (motor) akan kembali rebound pada bulan-bulan Juli dan seterusnya, setelah di Juni mengalami penurunan distribusi dan penjualan karena banyaknya hari libur,” ucap Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Sigit menilai daya beli masyarakat masih tetap oke meski ada kebutuhan biaya untuk anak sekolah karena masyarakat sejak sebelum lebaran telah melakukan persiapan karena menapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13. Gelontoran dana dari pemerintah tersebut telah dialokasikan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, termasuk untuk belanja lebaran dan persiapan anak masuk sekolah.

“Karena besaran THR plus gaji ke-13, atau bonus itu juga lumayan besar. Artinya, kebutuhan untuk lebaran dan persiapan anak sekolah juga sudah ada. Sedangkan penghasilan tetap bagi pegawai dan karyawan tidak berubah,” kata Sigit menjelaskan.

Baca juga: Honda CB250R Mulai Dijual, Harganya Mahal

Motor Yamaha dipajang di sebuah pameran sepeda motor – dok.OtoVirtual.com

Masih bagusnya daya beli itu, diyakini juga terjadi di kalangan petani. Setelah hasil panen yang bagus sepanjang Maret-April lalu, harga komoditas perkebunan di wilayah Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan seperti kelapa sawit, karet, kakao, dan lainnya yang menalami kenaikan juga masih menopang daya beli.

“Sedangkan kegiatan politik Pilkada sepanjang Juni sampai September nanti, justeru menyebabkan permintaan barang dan jasa karena belanja dari calon kepala daerah maupun partai pendukungnya meningkat. Artinya, sektor konsumsi yang merupakan pemicu perputaran roda ekonomi juga terjadi. Kalau ekonomi bergerak, pendapatan juga terjadi,” ujar Sigit.

Stimulus Pemerintah
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Donny Imam Priambodo mengingatkan agar pemerintah memberi stimulus ke berbagai sektor rill penggerak perekonomian agar daya beli masyarakat tak melempem usai lebaran. Sebab, dengan bergeraknya sektor rill maka konsumsi masyarakat dan pemerintah juga akan tetap terjaga, sehingga pendapatan dan daya beli masyarakat masih kuat.

Baca juga: Posisi Konsumen Lemah, Butuh Aturan Khusus Recall

“Stimulusnya ya tentu saja bisa dengan kebijakan fiskal, menjaga kestabilan moneter, dan satu lagi jangan banyak lagi hari libur nasional. Stimulus yang tidak kalah penting adalah, kondisi yang kondusif dalam bidang politik dan keamanan selama perhelatan politik Pilkada,” ucap Donny saat dihubungi, Rabu (27/6/2018).

Ilustrasi kegiatan produksi motor – dok.Istimewa

Menurutnya, jika semua stimulan itu terjadi maka permintaan barang dan jasa termasuk produk otomotif akan terjadi atau bahkan meningkat, sehingga pertumbuhan ekonomi tetap seperti yang diharapkan. Apalagi, kontribusi sektor otomotif dengan dampak ikutannya juga besar terhadap perekonomian.

“Mulai dari penjualannya, kemudian pajak penjualan, retribusi, konsumsi BBM, penyerapan tenaga kerja dan sebagainya juga terjadi,” kata Donny mejelaskan.

Pernyataan tersebut diamini oleh Sigit Kumala. Dia mengatakan, kalangan industri juga berharap tidak ada libur dadakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kalau itu terjadi, maka target penjualan 5,8 – 6,1 juta unit di tahun ini akan tercapai. Kami optimistis, karena sampai Mei kemarin penjualan sudah 2.632.000 unit atau 43% dari target. Nah, sisa aktu sekarang, kita ingin genjot. Makanya jangan ada libur dadakan,” imbuhnya. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Nasmoco Lebih Kreatif dari Auto2000.

CATEGORIES
TAGS
Share This