Pasar Sedan di Ambang Kepunahan

Pasar Sedan di Ambang Kepunahan

Jakarta, Motoris – Pasar mobil jenis sedan di Indonesia sepertinya tak lama lagi bakal musnah, karena tren penurunan yang terus terjadi. Kalau pun masih ada yang meminati, hanya sedan kelas atas atau mewah saja yang diimpor utuh alias CBU.

Data yang dilansir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang Januari hingga Mei lalu, total penjualan sedan (wohlesales) di Tanah Air tercatat hanya 3.071 unit. Itu pun dicatatkan oleh sedan untuk pribadi alias non taksi, baik mini sedan, small sedan, maupun medium sedan.

Pada kategori ini terdapat Honda City, Toyota Vios, Honda Civic, Toyota Altis, Mazda 3, Honda New Accord, Toyota Camry, BMW Seri 3, Nissan Teana, Mazda 6, serta Audi A3 dan A4 yang mencatatkan penjualan. Sedangkan di sedan kategori untuk taksi Toyota Limo, Toyota Etios, KIA Cerato, Proton Wira, Nissan Almera, Hyundai Exel III, dan Chevtolet Kalos, tak satu pun yang mencatatkan penjualan alias nol.

Baca juga: Mengapa Gaikindo Ngebet Jadikan Indonesia Basis Sedan?

Toyota Vios – dok.Indianautosblog

“Kalau melihat tren dari tahun ke tahun terus menurun di masyarakat. Bahkan, di pasar fleet untuk taksi pun sekarang ini terjadi pergeseran. Taksi kini banyak yang beralih ke MPV,” kata Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto kepada Motoris, Sabtu (7/7/2018).

Mantan bos Hyundai Mobil Indonesia itu menyebut, jika pada tahun 2016 penjualan sedan masih sebanyak 13.000 unit lebih, di tahun 2017 ambles menjadi hanya 9.000 unit. Penurunan yang terjadi mencapai 34% lebih.

Bahkan data Gaikindo juga menunjukan, tren penyusutan itu sudah terjadi sejak tahun 2013. Pada saat itu penjualan sedan tercatat masih sekitar 24.000-an. Tahun 2014 jadi 21.000-an unit, dan tahun berikutnya atau tahun 2015, turun lebih banyak lagi yakni 17.000-an.

Wakil Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto, mengakui, terjadi penurunan pesanan pada sedan taksi, Limo. “Masih ada (pemesanan) meskipun tidak sebanyak sebelumnya. Karena ini kan ada pergeseran (kendaraan) taksi ke MPV. Kita tawarkan (Avanza) Transmover 1.3,” kata Henry.

Baca juga: Industri Transportasi Babak Belur

Produksi pabrikan
Jongkie juga menyebut terus menyusutnya pasar sedan juga dikarenakan semakin kecilnya jumlah yang diproduksi oleh pabrikan. Mereka lebih suka memproduksi MPV dan SUV yang saat ini menguasai sekitar 50% lebih pangsa pasar kendaraan bermotor di Indonesia.

“Pabrikan tidak berminat main di segmen ini (sedan) karena peminatnya juga terus berkurang. Nah, kenapa sedan kurang diminati, karena pajaknya tinggi. Beda dengan MPV atau SUV,” ucapnya saat dihubungi.

Perusahaan taksi kini banyak yang beralih ke MPV, salah satunya Honda Mobilio – dok.Istimewa

Jongkie menyakini jika harmonisasi pajak – khususnya Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sedan – disetujui dengan besaran yang tak tinggi maka pasar sedan akan kembali bergairah. Menurutnya bisa kembali merangkak naik 5-10%.

“Kalau masyarakat meminati sedan, maka pabrikan juga bergairah memproduksinya. Dan itu bukan hanya untuk (pasar) domestik saja, tetapi juga ekspor. Kita bisa memanfaatkan pasar negara lain yang masih banyak terbuka, (seperti) Australia misalnya,” imbuh dia. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Teknologi Jadul Bikin Ekspor Isuzu Panther Terhenti.

 

CATEGORIES
TAGS
Share This