Program Tukar Tambah Selamatkan Pasar Mobil Mewah

Program Tukar Tambah Selamatkan Pasar Mobil Mewah

Jakarta, Motoris – Sejak dua tahun terakhir pasar mobil mewah disebut tidak mengalami pertumbuhan maupun penurunan alias mengalami stagnasi. Transaksi masih banyak terjadi karena ditopang berbagai program menarik dalam pembelian, salah satunya program tukar tambah.

“Harus diakui sejak dua atau tiga tahun terakhir malah, kondisi pasar segmen premium (mewah) di Indonesia mengalami stagnasi. Pembeli masih ada, tetapi tidak melonjak seperti tahun-tahun lalu,” tutur Brand Director Jaguar Land Rover PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) saat ditemui di ICE BSD City, Serpong, Tangerang, Sabtu (14/7/2018).

Menurutnya, daya beli konsuen di segmen mobil mewah tidak melemah, namun kebanyakan dari mereka berpikir rasional terhadap kondisi yang ada terkait dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, tarif pajak yang selangit.

“Jadi, harga (mobil) dirasa sudah kemahalan. Dan salah satu karakter customer di segmen ini adalah sangat rasional. Mereka sangat paham terhadap harga. Berapa harga di negara asal, berapa pajaknya di sini sehingga ketemua harga jual sekian, mereka sangat paham,” papar Jentri.

 

Land Rover Range Rover, salah satu model andalan JLR di Indonesia – dok.Motoris

Menyikapi kondisi ini, lanjut Jentri, ada beberapa terobosan yang dilakukan WAE. Salah satunya adalah, program tukar tambah atau trade-in.

“Kami memiliki program yang namanya Approve. Dalam program ini, mobil Jaguar Land Rover bekas pakai konsumen akan dijual melalui website. Kami mencoba untuk membantu menjualkan mobil customer. Dan kebanyakan, mereka kembali membeli model baru JLR,” ungkap Jentri.

Hasil tokcer
Jentri menyebut program tukar tambah ini ternyata cukup berhasil menjadi solusi saat pasar mengalami stagnasi. Meski tak bersedia menyebut angkanya, namun program itu telah berhasil memantik minat calon pembeli model baru JLR yang semula masih ‘menunggu’ situasi, melakukan transaksi pembelian.

“Hasilnya, lumayan. Program ini cukup menstimulasi orang untuk kembali membeli model baru,” kata dia.

Tapi, bukan hanya JLR yang menjalankan program seperti ini. Distributor mobil mewah Ferrari di Indonesia, PT Citra Langgeng Otomotif (Ferrari Indonesia) juga melakukannya. Bahkan, program trade-in itu sudah mulai berjalan sejak dua tahun lalu.

Hasilnya, cukup tokcer. Hal itu CEO Ferrari Indonesia Arie Christopher di Jakarta, Sabtu (2/6/2018) lalu. “Program ini meyumbang 30% dari total penjualan kami setiap tahunnya. Bahkan, tahun lalu permintaan mobil seken Ferrari naik 50%,” ujarnya.

Ilustrasi, Ferrari California T – dok.Istimewa

Arie menyebut tekanan terhadap pasar mobil premium saat ini semakin besar. Selain tarif pajak baik besa masuk impor maupun Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang tinggi juga dari nilai tukar yang melemah.

Hal itu juga diakui Jentri Izhar. Bahkan, kata dia, pihaknya telah dua kali melakukan penyesuaian harga dengan nilai tukar ruoiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 14.300/dolar.

“Karena kami mengimpor mobil-mobil ini dengan mata uang dolar. Jadi terpkasa dua kali kami menaikan harga sejak awal tahun ini,” ucap Jentri. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This