Suzuki Kehilangan Pasar Otomotif Terbesar di Dunia

Suzuki Kehilangan Pasar Otomotif Terbesar di Dunia
Logo Suzuki -dok.Motoris

Shizuoka, Motoris – Suzuki harus pasrah kehilangan menikmati negara dengan pasar otomotif terbesar di dunia, Cina. Suzuki Motors Corporation, akhirnya terbuka menyatakan mundur dari Cina dan menyerahkan 50% saham perusahaan gabungan, ke mitra lokal, Changan Automobile.

Seperti dilaporkan Economic Times dan Nikkei, pertengahan pekan lalu, semakin redupnya penjualan Suzuki di negeri berpenduduk terbanyak di dunia itu, juga diakui oleh Chairman Suzuki, Osamu Suzuki. Menurutnya, pasar otomotif di China telah bergeser.

Jika pada 25 tahun lalu, permintaan mobil-mobil berukuran kecil di negara itu marak, di beberapa tahun terakhir mobil kecil tak lagi memikat masyarakat. Selera mereka telah bergeser ke mobil berukuran lebih besar.

“Sekitar 25 tahun yang lalu, kami meluncurkan Alto di China, dan sejak itu kami berusaha untuk mengembangkan (diri) di pasar China. Namun, karena terjadi pergeseran di pasar negara itu ke kendaraan yang lebih besar, maka kami memutuskan untuk mengalihkan semua saham ke Changan Automobile,” ungkap Osamu dalam siaran pers.

Suzuki Alto, salah satu mobil Suzuki yang dipasarkan di China – dok.CarNewsChina.com

Seperti dilaporkan Bloomberg, sepanjang tahun 2017 lalu pangsa pasar mobil berukuran kecil di pasar Cina hanya tersisa 6,7%. Padahal, 2003, pangsa pasar city car masih 23% atau bahkan lebih. Padahal, Suzuki bersama mitranya Changan Automobile lebih banyak membuat mobil seperti itu.

“Pangsa pasar Suzuki juga ikut menyusut seiring dengan tren yang ada,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Kendaraan Penumpang di Cina, Cui Dongshu.

Menurutnya, menanjaknya kemakmuran dan daya beli masyarakat Cina juga telah mengubah selera pemilihan mobil. Masyarakat memilih mobil yang berukuran lebih gede dengan kapasitas mesin yang juga lebih besar.

Meski menyatakan undur diri dari keterlibatan langsung di pasar, namun Suzuki tak serta merta menghilangkan jejak di Cina. Pasalnya, Changan Automobile yang mengambil alih semua saham Suzuki Motors, masih akan memproduksi mobil-mobil baru dengan linsensi dari Suzuki.

Catatan di Amerika

Sebelumnya, di tahun 2012, pabrikan asal Jepang itu juga memilih mundur dari kancah pertarungan di pasar otomotif Amerika Serikat.

Seperti dikutip New York Times, Manajer Divisi Penelitian Industri di Mizuho Corporate Bank. Kentaro Arita, menyebut Suzuki memang kewalahan untuk menembus pasar Negeri Paman Sam. Model-model yang ditawarkannya tak klop dengan keinginan pasar.

”Sehingga, kesimpulannya, Amerika Serikat merupakan pasar yang sulit untuk dipecahkan (oleh Suzuki,” kata dia.

Kantor Suzuki di Amerika Serikat pada tahun 2012 – dok.Automotivenews

Sedangkan sejumlah analis otomotif yang dikutip media itu mengatakan, persoalan mendasar yang dihadapi Suzuki adalah ukuran mobil yang dinilai terlalu kecil oleh konsumen.

Selain itu, catatan aspek keamanan produk yang dinilai rapuh setelah dilakukan uji oleh lembaga berwenang masih melekat di masyarakat. Sementara pembangunan brand dinilai terlalu lucu dan bersifat komik minded, misalnya penamaan Suzuki Sidekick, dan sebagainya. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This