Kikis Cap Tukang Impor, Bulan Ini Suzuki Pacu Ekspor

Kikis Cap Tukang Impor, Bulan Ini Suzuki Pacu Ekspor
Imbangi Derasnya Impor, Bulan Ini Suzuki Pacu Ekspor

Jakarta, Motoris – Suzuki Indonesia terus memacu ekspor mobil agar neraca ekspor lebih banyak ketimbang impor yang dilakukan selama ini. Untuk mengejar target ekspor, di pengujung bulan September ini PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mulai mengapalkan Suzuki All New Ertiga ke negara-negara tujuan baru ekspor.

Di tahap awal, yang dikirimi mobil tersebut adalah Filipina dan Meksiko. Setelahnya negara-negara lain yang sudah masuk dalam daftar rencana juga menjadi tujuan pengiriman.

“Total yang akan diekspor 12.000 unit dalam periode tahun fiskal September 2018 sampai Maret 2019,” tutur Deputy Managing Director SIS, Setiawan Surya, saat dikonfirmasi Motoris, belum lama ini.

Dia menyebut soal pilihan negara tujuan baru ekspor itu merupakan hasil sinergi antara SIS atau Suzuki Indonesia dengan pribsipal Suzuki di Jepang. Sinergi tersebut didasari perhitungan tentang kemampuan dan kapasitas produksi yang dimiliki Suzuki Indonesia, keninginan prinsipal, serta kesaiapan dari masing-masing negara tujuan ekspor.

Ilustrasi, Suzuki All New Ertiga – dok.Motoris

“Jadi tidak ada alasan khusus, mengapa negara –negara itu (Filipina dan Meksiko) yang menjadi tujuan ekspor. Alasannya yang tigal hal itu,” kata Setiawan.

Sedangkan soal negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor All New Ertiga ini, Setiawan belum bersedia menyebutnya. Begitu pun dengan volume atau unit mobil yang dikirim.

“Negara tujuan ekspor yang pasti akan bertambah. Tetapi, soal angkanya masih harus dipastikan lagi, dan wilayahnya akan semakin meluas ke Asia sampai Amerika Latin,” ujarnya.

Turun signfikan
Setiawan mengatakan sepanjang Agustus kemarin, impor Suzuki turun signifikan yakni sampai 2.957 unit dibanding bulan Juli. “Kita turunnya sangat signifikan dibanding total penurunan angka impor mobil secara nasional,” kata dia.

Tapi tak hanya soal volume ekspor saja yang ingin dikejar SIS. Suzuki Indonesia juga ingin agar Indonesia menjadi basis produksi selain Jepang dan India. “Indonesia bisa menjadi basis produksi, karena kandungan lokal juga semakin meningkat, sehingga ongkos produksi juga kompetitif,” imbuh Setiawan.

Suzuki Ignis, salah satu model yang diimpor Suzuki Indonesia – dok.Motoris

Dengan menjadi basis produksi sejumlah model maka Indonesia bukan hanya bisa mengurangi impor tetapi juga bisa menggenjot ekspor. Data Gaikindo menunjukan, sepanjang Januari-Juli lalu total ekspor mobil secara utuh (CBU) Indonesia mencapai 137.561 unit atau naik 2,37% dibanding periode sama tahun lalu yag sebanyak 134.372 unit.

Dari jumlah itu, Suzuki menempati urutan ketiga terbanyak yakni dengan volume 15.444 unit. Sedangkan di urutan pertama Daihatsu dengan total 59.638 unit, dan Toyota di urutan kedua dengan volume 55.157 unit.

Pada periode yang sama Suzuki Indonesia masih banyak mengimpor mobil CBU. Diantaranya Suzuki Ignis sebanyak 11.812 unit, Suzuki Baleno 4.814 unit, dan Suzuki SX-Cross sebanyak 2.728 unit.  Bahkan impor  juga dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

Data Gakindo mencatat,  impor mobil utuh Suzuki sepanjang 2017 lalu melejit hingga 608% dibanding tahun 2016. Sepanjang tahun itu impor mencapai 24.402 unit, padahal di tahun 2016 impor hanya sebanyak 3.442 unit. Sehingga di kalangan industri otomotif Tanah Air, sehingga dijuluki raja impor. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This