Main Bus Listrik, Bakrie Siapkan US$ 300 Juta

Main Bus Listrik, Bakrie Siapkan US$ 300 Juta
Bus BYD C9 Electric Motor Coach - dok.BYD

Badung, Motorist – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melalui anak usahanya, PT Bakrie Autoparts, menggandeng perusahaan otomotif Tiongkok, BYD Auto Co. Ltd, untuk menggarap bisnis bus listrik. Perusahaan berencana menginvestasikan dana US$ 250 juta- US$ 300 juta dalam tiga tahun ke depan untuk mengerjakan proyek itu.

“Kami akan tentukan dalam enam bulan ke depan tahapan-tahapan proyek ini dan merilis produk secara resmi di pameran otomotif GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) tahun depan (2019),” kata Direktur Utama Bakrie & Brothers Bobby Gafur Umar seperti dilansir Investor Daily, Selasa (16/10/2018).

Awal 2019, dia menuturkan, perseroan berharap sudah bisa mulai melakukan penetrasi pasar, khususnya di segmen dengan gross vehicle weight (GVW) di bawah 24 ton. Perseroan melihat potensi pasar yang besar dalam kendaraan listrik dan akan menjual solusi transportasi publik.

Bobby mengungkapkan, pihaknya akan memberikan solusi bagi terciptanya bus ramah lingkungan, yang saat ini ada di sejumlah kota negara lain. Pihaknya akan menawarkan kepada sejumlah pemerintah daerah (pemda) dua skema pembayaran, yaitu skema per kilometer (km) atau per bulan dan berapa jumlah penumpang yang diangkut.

Baca juga: Susah Untung Jualan Truk Hibrida dan Bus Listrik di Indonesia

CEO Bakrie Group, Anindya Bakrie, bersama bus listrik buatan Bakrie Autopart – dok.Epicentrum.id

Bobby mengatakan, untuk pemakaian jangka panjang, lebih murah menggunakan bus listrik. “Sasaran kami mengantar turis dari kota ke bandara. Bakrie Autoparts bercita-cita ingin menjadi kendaraan transportasi kategori 2 dan 3,” kata Bobby.

Dia mengaku beberapa daerah, seperti Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan sudah tertarik untuk mencoba bus listrik perseroan. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranomo sudah melakukan pembicaraan serius.

Boby menuturkan, perseroan juga berencana menggandeng mitra operator lainya, seperti Damri dan Blue Bird. Saat ini, perseroan dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merumuskan syarat investasi kendaraan listrik. “Ini akan berdampak pada nilai investasi yang akan kita kucurkan,” kata dia.

Bobby berharap BYD dapat mentransfer teknologi ke perseroan. Kolaborasi tersebut telah disepakati secara resmi melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama pada 13 April 2018 lalu di Tiongkok. BYD, kata dia, punya rekam jejak yang bagus, tidak hanya di Tiongkok, tetapi juga di 200 kota dari 50 negara.

Baca juga: Anggunnya Bus Listrik Hino di GIIAS 2018

Ilustrasi, kantor Bakrie&Brothers- dok.CNBCIndonesia

“Kami membuka kemungkinan BYD buat fasilitas manufaktur disini,” ucap dia.

Bobby menegaskan, arah kerja sama pihaknya dengan BYD adalah peningkatan lokalisasi melalui pembangunan industri di Indonesia. Perseroan akan menyediakan beberapa lokasi lahan, seperti di Bekasi, Balaraja dan Lampung. Untuk perakitan mungkin di Balaraja, karena lahan di sana cukup luas, sekitar 7,7 hektare (ha).

“Bangunan pabrik sudah ada, lahan sudah siap, dan dekat dengan jalan tol. Pabrik ini diharapkan mampu memproduksi 1.000-2.000 unit bus listrik setiap tahun. Kami sudah on the track menetapkan target-target untuk mengembangkan bisnis bus listrik,” tukas dia.

Dia menerangkan, sebagian komponen dan bagian bodi bus listrik sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri, sedangkan sebagian harus bertahap, karena berteknologi tinggi. (Gbr)

FOLLOW IG@MotorisIndonesia dan TWITER @MotorisID, untuk update grafis otomotif terkini lainnya. “Mesin Sejumlah Honda CR[V 1.5 Turbo Bermasalah.”

CATEGORIES
TAGS
Share This