Jokowi Tentukan Nasib Proyek Mobil Listrik

Jokowi Tentukan Nasib Proyek Mobil Listrik
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono melakukan tes drive Toyota Prus Plug-in hybrid - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyelesaikan kajian draf Peraturan Presiden (Perpres) kendaraan bermotor listrik. Selanjutnya,Kemenperin mengirim resmi draf kebijakan tersebut kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada 15 Oktober 2018 untuk dikoordinasikan  dan dimintakan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

“Dalam proses penyusunan Perpres kendaraan listrik, diperlukan kajian, koordinasi dan pembahasan yang intensif dengan melibatkan berbagai pihak,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Menurut Putu, beberapa pihak yang dilibatkan antara lain dari akademisi, pelaku industri, dan institusi terkait untuk menyempurnakan substansi serta menyelaraskan dengan peta jalan pengembangan industri kendaraan bermotor yang diinisiasi Kemenperin.

“Jadi, untuk mengharmonisasikan masukan-masukan yang ada, memang membutuhkan proses pembahasan yang cukup lama agar arah kebijakan dapat mendukung tumbuhnya industri otomotif nasional,” papar dia.

Baca juga: Keren, Wagon R Disulap Jadi Mobil Listrik

Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik – dok.Istimewa

Dalam proses pembahasan di Kemenperin, lanjut Putu, pihaknya melakukan rapat dan diskusi untuk mendapatkan masukan secara komprehensif dari seluruh pemangku kepentingan. Contohnya, dengan asosiasi industri otomotif nasional yang meliputi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (Giamm), serta Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (Pikko).

Institusi Independen
Selain itu, dia mengatakan, Kemenperin juga membahas masalah ini dengan institusi independen seperti, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Institut Otomotif Indonesia (IOI). “Kami juga melakukan pembahasan dengan para peneliti, institusi pendidikan seperti LPEM UI dan ITB, serta pelaku industri lokal di antaranya Gesits, Molina, Aplikabernas, dan MAB,” ungkap dia.

Putu menjelaskan, melalui kesepakatan antarkementerian, April 2018, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, pembahasan rancangan Perpres kendaraan listrik yang sebelumnya di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dialihkan pembahasannya ke Kemenperin.

“Dalam draf Perpres ESDM, masih terdapat pasal-pasal yang kami anggap belum sejalan dengan arah dan kebijakan industri otomotif nasional, sehingga perlu diselaraskan dengan peraturan dan perundangan yang mengaturnya,” ujar dia.

Baca juga: Perusahaan Lokal Ini Nekat Kembangkan Mobil Listrik Sendirian

Mobil listrik Wuling, E100 diperkenalkan di GIIAS 2018 – dok.Motoris

Dia menilai, industri otomotif Indonesia masih menunjukkan geliat positif dalam upaya meningkatkan kinerja di tengah tekanan dinamika perekonomian global. Sektor strategis ini semakin memperdalam struktur manufaktur, sehingga diyakini akan lebih berdaya saing global, serta mampu memenuhi kebutuhan di pasar domestik dan ekspor.

Pada 2017, industri otomotif berkontribusi kepada perekonomian nasional sebesar 10,16% serta mampu menyerap tenaga kerja langsung sekitar 350 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,2 juta orang. (Gbr)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia dan TWITTER @MotorisID, buat update grafis otomotif terkini lainnya. “Suzuki Goda Dunia Dengan Versi Baru Katana.”

CATEGORIES
TAGS
Share This