Bermasalah, Ratusan Ribu Subaru BRZ dan Toyota 86 Ditarik

Bermasalah, Ratusan Ribu Subaru BRZ dan Toyota 86 Ditarik
Ilustrasi, kantor Subaru - dok.The Japan Times

Tokyo, Motoris – Subaru Corporation akan menarik ratusan ribu unit mobil antara lain Subaru BRZ – termasuk saudara kembarnya yang dibuat bersama Toyota Motor Corporation yakni Toyota 86 – karena ditengarai mengalami masalah pada mesin. Tak kurang dari 25 miliar Yen digelontorkan untuk biaya penarikan.

Seperti dilaporkan laman Asahi Shimbun dan Torque News, Sabtu (27/10/2018), pabrikan yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang, itu berencana melaporkan penarikan itu Kementerian Transportasi Jepang pekan depan. “Penarikan yang direncanakan juga termasuk Subaru BRZ yang dikembangkan bersama Toyota dan dinamai Toyota 86, karena keduanya menggunakan mesin yang sama, yakni mesin boxer,” tutur pejabat pabrikan tersebut.

Disebutkan, hasil investigasi yang dilakukan internal Subaru maupun Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat menunjukan, pegas katup pada mesin mengalami masalah. Walhasil, mesin tiba-tiba melemah atau bahkan mati. Hal ini sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan terutama jika mobil tengah digeber di jalanan.

Penarikan tak hanya dilakukan di Jepang, namun juga di luar negeri. Termasuk di Amerika Serikat yang memiliki populasi Subaru BRZ cukup banyak.

Subaru BRZ model 2017 – dok.Car and Driver

Selain Subaru BRZ dan Toyota 86, juga ada sejumlah model lain. Model tersebut adalah SubaruOutback, Forester, Crosstrek, Impreza, Legacy, WRX, dan Subaru WRX STI. Semua mengalami hal yang sama.

Suabru sejak tahun 2017 lalu terus didera masalah. Tahun itu, pabrikan ini diterpa masalah ketidakakuratan dalam inspeksi sehingga memunculkan kasus pemalsuan informasi tentang keiritan konsumsi bahan bakar. Begitu pula dengan data emisi gas buang dan keakuratan rem.

Lantaran itulah, pabrikan pada Oktober ini merevisi proyeksi labanya selama periode satu semester pertama yang dimulai bulan April. Jika sebelumnya diptoyeksikan bakal meraup lama 110 miliar yen, kini dipangkas menjadi 61 miliar yen. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This