Pasar LCGC Susut, Diduga Karena Wuling dan Kredit Macet

Pasar LCGC Susut, Diduga Karena Wuling dan Kredit Macet
Toyota Agya - dok.Istimewa.jpg

Jakarta, Motoris – Penjualan kendaraan bermotor ramah lingkungan dengan harga terjangkau (LCGC) sepanjang Januari-September lalu menyusut 6,13% dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu. Begitu pun dengan pangsa pasarnya, juga menciut dari 22% menjadi hanya 20%.

Sejumlah faktor diduga menjadi penurunan penjualan mobil kelas tersebut. Diantaranya, hadirnya kendaraan non LCGC, khususnya low MPV yang dibanderol tak jauh berbeda dengan LCGC. Wuling Confero yang dijajakan dengan rentang harga Rp 130,8 juta–Rp 167,9 juta, misalnya diduga menjadi salah satu penyebab.

“Karena harga ini enggak terpaut jauh dengan Honda Brio Satya yang besaranya Rp 132-138 juta. Dan faktor kedua, karena banyak leasing (perusahaan pembiayaan) yang sekarang lebih selektif atau memperketat penyaluran kredit ke LCGC. Terutama sejak BI Rate naik jadi 5,7%. Mereka enggak ingin kredit macet bertambah,” papar kolega Motoris di Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), saat dikonfirmasi, Selasa (30/10/2018).

ero yang dibanderol murah diduga menjadikan calon konsumen LCGC beralih -Motoris

Salah satu perusahaan pembiayaan yang mengurangi gelontoran pembiayaan adalah perusahaan-perusaan pembiayaan di bawah naungan Grup Astra. “Tahun lalu, pencadangan yang harus dilakukan oleh Toyota Astra Finance membengkak karena NPL (Nor Performing Loan atau kredit macet) meningkat. Padahal, pencadangan itu menggerus laba perusahaan,” papar sang kolega.

Bukan daya beli

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menampik dugaan turunnya penjualan LCGC dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun. Dia lebih cenderung melihat karena banyaknya pilihan model dengan program-program penjualan yang lebih menarik.

“Kalau daya beli sepertinya bukan. Kenapa? Karena penjualan SUV justeru naik, 7-8%. Artinya, kan daya beli masih kuat, di segmen ini (SUV) saja naik,” kata dia saat dihubungi Motoris, Selasa (30/10/2018).

Lantaran itulah, Jongkie meyakini penjualan LCGC hingga akhir tahun masih stabil. Minimal sama dengan tahun lalu.
Data Gakindo menunjukan, penjualan LCGC Toyota secara wholesales di sembilan pertama tahun ini susut 14,56%, sementara Suzuki menciut 6,23% dan Datsun 10,1%.

Salah satu mobil terlaris Daihatsu, Sigra tengah dipamerkan di GIIAS 2018 – dok.Motoris

Sementara, LCGC Daihatsu masih membukukan pertumbuhan 2,41% dan Honda tumbuh 1,85%. Pertumbuhan Daihatsu disokong oleh Sigra yang penjualan ritelnya mencapai 35.685 unit. Sedangkan Daihtasu Ayla di rentang waktu yang sama turun dari 20.054 unit di tahun lalu, menjadi 17.812 unit di tahun ini. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This