Sampai Oktober Penjualan Motor Naik 8,5%, Dipicu Tiga Hal Ini

Sampai Oktober Penjualan Motor Naik 8,5%, Dipicu Tiga Hal Ini
Ilustrasi, petugas membersihkan motor Honda di IMOS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari-Oktober penjualan sepeda motor di Indonesia tercatat telah mencapai 5,33 juta unit lebih atau naik sekitar 8,5% dibanding rentang waktu yang sama tahun lalu yang sebanyak 4,91 juta unit . Sedangkan di bulan Oktober saja, penjualan  yang dibukukan mencapai 610.322 unit.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, menyebut penjualan di bulan ke-10 itu merupakan yang tertinggi selama ini (lihat data di bawah). Menurutnya, banyak masyarakat yang berganti motor menjelang tutup tahun, meski jika dilihat dari tawaran yang ada  di pasar, didominasi oleh motor-motor versi facelift.

“Banyak masyarakat yang melihat kemungkinan agen pemegang merek akan menaikan harga karena nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar,” kata Sigit kepada Motoris di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Maklum, bagi sebagian besar konsumen sepeda motor di Tanah Air, harga merupakan sesuatu yang sensitif. Faktor harga masih menjadi pertimbangan utama bagi calon konsumen. Setelah itu baru faktor desain dan teknologi. “Sehingga, begitu banyak informasi harga akan naik karena penyesuaian terhadap nilai tukar, banyak yang beli atau berganti motor,” ucap Sigit.

Ilustrasi, usher Honda di IMOS 2018 – dok.Motoris

Namun secara umum pendorong pembelian juga dikarenakan daya beli. Dan faktor ini dinilai sebagai pemicu kedua pembelian motor sepanjang tahun ini hingga Oktober lalu. Stabilnya harga komoditas pertanian hasil panen di sejumlah daerah penghasil komoditas pertanian seperti di Pantura Jawa Barat, beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta di wilayah Sumatera dan Sulawesi menjadikan daya beli masyarakat juga terjaga.

Terlebih, pada saat yang sama, penyesuaian suku bunga kredit atau pembiayaan yang dipatok leasing juga tidak melonjak tajam. Meski ada penyesuaian terkait dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) – yang sampai saat ini telah menjadi 5,75% – penyesuaian bunga pinjaman yang dipatok oleh lembaga pembiayaan relatif. Pada saat yang sama, uang muka yang dipatok juga relatif ringan.

Sementara soal varian yang paling banyak disukai konsumen, data AISI juga menunjukan, varian skuter matik (skutik) merupakan varian yang paling menjulang dalam penjualan. Bahkan secara kumulatif dari Januari hingga Oktober, skutik terjual 4.501.684 unit. Setelah itu disusul varian bebek yang sebanyak 424.435 unit dan sport yang terjual 406.445 unit. (Ara)

Penjualan Motor Januari-Oktober 2018

Bulan          Jumlah (Unit)

Januari         482.537

Februari       439.586

Maret            535.371

April              580.921

Mei                589.304

Juni               375.034

Juli                593.749

Agustus        568.056

September   557.684

Oktober        610.322

Sumber: AISI, 2018

CATEGORIES
TAGS
Share This