Investasi Hyundai Segera Direalisasi, SUV akan Diproduksi

Investasi Hyundai Segera Direalisasi, SUV akan Diproduksi
Ilustrasi All New Hyundai Santa Fe saat di tes jalan di sela-sela acara GIIAS 2018- dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan proses investasi yang diajukan olh Hyundai Motor Company (Hyundai) ke pihaknya sudah berjalan dan tidak ada persoalan. Harmonisasi untuk mesin 1.600 cc seperti yang diusulkan oleh pabrikan asal Korea Selatan itu juga tidak masalah, karena pemerintah jauh sebelumnya juga telah melakukan harmonisasi.

“Kalau di kami, proses yang diajukan oleh Hyundai sudah tidak ada masalah. Kan usulan Hyundai itu minta agar mesin yang 1.600 cc bisa diharmoniassi masuk menjadi (kategori) 1.500 cc. Nah, itu kan tidak ada masalah. Jadi yang bisa kami sampaikan, proses (investasi) Hyundai untuk hal-hal teknis di kami (Kemenperin) sudah tidak ada masalah,” papar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kemenperin, Putu Juli Ardika kepada Motoris, di sela pembukaan Indonesia Modification Expo (IMX) 2018, di Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Namun, soal lahan yang disebut sempat menjadi isu krusial dalam proses investasi Hyundai, Putu mengaku tidak mengetahui persis. “Kalau yang menyangkut itu silahkan ditanyakan ke BPKM (Badan Koordinai Penanaman Modal). Tetapi waktu delegasi Hyundai ke Indonesia maupun waktu di Korea (Selatan), Pak Menteri Airlangga Hartarto mengatakan kondisi di Indonesia juga sama seperti di Korea Selatan, jadi untuk lahan itu bisa sewa atau kerjasama,” ungkap Putu.

Ilustrasi mobil-mobil buatan Hyundai Motors – dok.The Star

Sebelumnya. Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik , Kemenperin, Harjanto menyebut Hyundai merupakan salah satu dari produsen otomotif yang akan merealisasikan investasinya di Indonesia mulai 2019 mendatang. Menurutnya, salah satu produk yang akan dibuat oleh pabrikan itu adalah varian Sport Utility Vehicle (SUV).

“Tetapi tidak hanya untuk pasar lokal (Indonesia) saja. Karena 50% produk itu juga untuk ekspor. Salah satunya, adalah (ekspor) ke Australia. Kan secara geografis lebih dekat (Australia dengan Indonesia), karena selama ini mereka (Australia) mengimpor dari Thailand,” kata Harjanto.

Sebelumnya, investasi Hyundai di Indonesia nilainya mencapai US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun lebih. Investasi sebanyak ini digunakan untuk membangun full manufacturing Hyunai di Indonesia. Pabrikan tersebut ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk produk yang dipasarkan di dalam negeri Indonesia maupun ekspor ke Asia Tenggara dan lainnya. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This