Penjualan Mobil di 2019 Diperkirakan Stagnan

Penjualan Mobil di 2019 Diperkirakan Stagnan
Ilustrasi proses produksi mobil di pabrik TMMIN - dok.Mobil123.com

Jakarta, Motoris –Meski potensi pasar diyakini masih besar, namun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) memperkirakan penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada tahun 2019 mengalami  stagnasi. Kemungkinan naiknya suku bunga kredit dan perekonomian yang jalan di tempat diakui sebagai alasannya.

“Target tahun depan, sama dengan tahun ini. Kalau sekarang kan 1,1 juta unit.  Karena suku bunga (acuan) Bank Indonesia yang  dinaikan menjadi 6% tahun ini bisa menjadi potensi kenaikan vunga kredit,” ungkap Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi, Selasa (4/11/2018).

Padahal, lanjutnya, besaran suku bunga sangat berpengaruh terhadap penjualan mobil. Sebab, lebih dari 70% pembelian kendaraan bermotor roda empat dilakukan secara kredit. “Kalau bunga naik, otomotis cicilan atau angsuran kredit kan naik. Kalau orang enggak sanggup, kan penjualan turun,” jelas dia.

Bahkan, kenaikan  bunga kredit juga bisa berpengaruh terhadap kegiatan usaha. Pelaku usaha akan mengerem rencana ekspansi bisnis  karena tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Kondisi seperti itu, kata Jongkie, tentu akan berpengaruh kepada perekonomian.

Ilustrasi proses produksi Toyota Innova di pabrika TMMIN – dok.Okezone.com

Roda ekonomi diyakini masih berjalan tetapi besarannya tidak lebih dari yang ada saat ini.Dampak  kenaikan suku bunga kredit – jika benar direalisasikan oleh perbankan – terhadap penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih juga diakui oleh Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily.

“Tentu, suku bunga ini akan sangat berpengaruh. Apalagi di segmen kendaraan komersial,” ucap dia saat dihubungi Motoris, belum lama ini.

Menurutnya, penyerap kendaraan komersial merupakan sektor usaha terutama dari kalangan swasta. Kendaraan tersebut digunakan sebagai barang modal untuk berbinis. Sehingga, ujar Ernando, jika kondisi bisnis para pelaku usaha itu juga menghadapi tantangan berat karena suku bunga yang baik, maka penambahan barang modal termasuk kendaraan juga akan diurungkan. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This