Sampai November, Yamaha Masih Dominasi Ekspor

Sampai November, Yamaha Masih Dominasi Ekspor
Yamaha XMax - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari-November ekspor sepeda motor asal Indonesia mencapai 577.755 unit. Jumlah ini naik sekitar 46% dibanding periode sama tahun lalu.

Menariknya, dari total ekspor sepeda motor secara utuh (CBU) itu, sekitar 54,8% dibukukan oleh Yamaha Indonesia yakni 316.500 unit. Jumlah ekspor motor Yamaha tersebut naik 39,3% dibanding rentang waktu yang sama tahun 2017 lalu.

Soal moncernya ekspor motor Indonesia ini sedikitnya ada tiga hal yang menjadi pemicunya, baik faktor di internal pabrikan maupun eksternal di negara tujuan.

“Stabilnya ekonomi negara tujuan ekspor, bertambahnya negara tujuan ekspor di luar pasar tradisional, serta pengakuan kualitas produk asal Indonesia merupakan faktor yang memicu peningkatan ekspor,” tutur Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, saat dikonfirmasi Motoris, Rabu (12/12/2018).

Yamaha NMAX, salah satu model yang diekspor sepanjang 2018 – dok.istimewa

Selain Yamaha, ekspor juga dicatatkan oleh Honda dengan total volume 164.085 unit atau 28,4% dari total ekspor. Setelah itu, Suzuki 8,4%, TVS 5,7%, serta Kawasaki 2,6% dari total ekspor.

Sementara itu, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Yordan Satriadi menyebut skuter matik (skutik) Maxi menjadi model yang paling banyak terserap oleh pasar luar negeri. “Yamaha XMax, Yamaha NMax, Aerox 155 dan Yamaha Lexi telah dikirim ke sejumlah negara di dunia,” kata Tordan dalam siaran pers, Rabu (12/12/2018).

Generasi baru Honda Vario 150 – dok.AHM

Ekspor motor nasional diklaim memberi kontribusi positif terhadap neraca perdagangan nasional. Sepanjang Januari-Oktober lalu nilai ekspor disebut mencapai US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 18,5 triliun. Nilai ekspor sepanjang 10 bulan itu telah melampuai ekspor motor sepanjang tahun 2017 yang sebesar US$ 1,2 miliar. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This