Truk Cs Penyundul Penjualan Kendaraan di Tahun Ini

Truk Cs Penyundul Penjualan Kendaraan di Tahun Ini
Ilustrasi, truk ringan Hino - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Indonesia di rentang waktu Januari-November meningkat 7% dibanding periode sama di tahun lalu, yakni dari 994.799 unit menjadi 1.063.464 unit. Mencorongnya penjualan ini tak lepas dari ‘sundulan’ penjualan kendaraan niaga – truk, pikap, dan bus – yang tumbuh 18,9 % di sepanjang waktu itu.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, total penjualan kendaraan komersial sepanjang 11 bulan pertama tahun ini mencapai 240.902 unit. Tahun lalu di periode sama, penjualan kendaraan jenis ini tercatat sebanyak 202.570 unit.

Kendaraan jenis truk membukukan pertumbuhan tertinggi yakni 28% yakni dari 81.334 unit di tahun 2017 menjadi 104.311 unit pada tahun ini. Sedangkan penjualan pikap dan bus, masing-masing tumbuh 12% dan 2,4%.

“Kendaraan komersial tumbuh karena didorong oleh membaiknya harga komoditas terutama perkebunan dan pertambangan. Sehingga permintaan truk yang merupakan barang modal, juga meningkat,” tutur Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dikonfirmasi, Minggu (16/12/2018).

Truk Tata Prima-3338.K yang diluncurkan di GIIAS2018-dok.Motoris

Hanya, seperti halnya di segmen kendaraan penupang, tren di segmen kendaraan komersial juga dibayangi tren stagnasi permintaan. Potensi naiknya suku bunga kredit akibat dikereknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 6%, serta kemungkinan naiknya tingkat inflasi menjadi kekhawatiran tersendiri.

“Tapi kalau melihat tren konsumsi domestik, kemungkinan masih naiknya permintaan kendaraan komersial ringan juga cukup tinggi. (Jadi) kemungkinan tren di tahun depan, pertumbuhan sama dengan tahun ini. Kalau pun naik, mungkin sedikit,” kata Jongkie.

Perkiraan senada juga diungkapkan Sales & Promotion Director PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo. Menurutnya, pasar kendaraan komersial di tahun 2019 menghadapi situasi yang menantang.

“Karena ada potensi kenaikan suku bunga kredit yang tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi dunia bisnis, kemudian ada gelaran pemilu, dan nilai tukar rupiah,” ucapnya saat ditemui belum lama ini.

Truk ringan Isuzu – dok.Istimewa

Menurutnya, rentetan kondisi yang menantang terus berlanjut mulai dari pemilihan umum yang digelar April. Setelah itu, bulan puasa dan lebaran. Sehingga, kondisi kembali normal diperkirakan terjadi mulai semester kedua.

Tahun ini, rentang waktu Januari-November HMSI membukukan penjualan sebanyak 36.222 unit atau naik 35,1% dibanding periode sama tahun 2017.Truk medium menjadi penyumbang penjualan terbanyak. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This