Toyota Lanjutkan Strategi Penjualan 6-7 Ribu Avanza di 2019

Toyota Lanjutkan Strategi Penjualan 6-7 Ribu Avanza di 2019
Sosok Toyota Avanza facelift - dok. Motoris

Jakarta, Motoris – Strategi PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk menjaga penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) Toyota Avanza 6.000 – 7.000 unit yang berlangsung sepanjang 2018 lalu sepertinya akan diterapkan juga di tahun 2019 ini. Cara ini diklaim sebagai cara untuk menjaga kepercayaan diri diler.

“Ini part of strategy (bagian dari strategi TAM) dalam menjaga kepercayaan diri diler. Karena seperti kita tahu di April 2018 lalu kan penjualan turun (hanya 4.000 unit), nah itu sebenarnya memang strategi kita sengaja untuk membuat keseimbangan antara stok di diler dengan permintaan,” tutur General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto saat dihubungi Motoris di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Pasalnya saat itu stok di diler-diler berlimpah. Pengendalian pasokan dan stok di diler, lanjut Soerjo, merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan diri diler. Sebab, ketika permintaan sepi dan diler terus dijejali pasokan unit, justeru akan mejadi beban psikologis.

Obral diskon pun juga akan terhindar. Walhasil, persaingan tak sehat antar diler juga tidak akan terjadi. Bahkan, imbas terhadap pasar sekunder alias mobkas Avanza juga bagus karena harga jual kembali mobil tetap terjaga.

Artinya, strategi seperti ini terbukti cespleng. Terbukti penjualan Avanza masih melaju. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) menunjukan, sepanjang Januari – November 2018, Toyota Avanza masih berada di posisi pertama dalam daftar penjualan low MPV di Tanah Air.

Tampilan Avanza terbaru yang marak beredar di media sosial – dok. Istimewa

MPV berjuluk ‘Mobil Sejuta Umat’ itu masih terlaris dengan membukukan penjualan sebanyak 75.493 unit di rentang waktu 11 bulan tersebut. Sementara, Mitsubishi Xpander yang disebut-sebut sebagai pesaing terberatnya terjual Mitsubishi Xpander 71.219 unit.

“Terus terang, kami di Toyota tidak pernah memperhatikan angka penjualan. Termasuk, berapa angka dari para pesaing. Karena menjaga kepercayaan diri diler dengan stok yang sehat, itu jauh lebih penting. Dan kalau kita lihat di tahun 2018, rata-rata penjualan Avanza kan 6.000 – 7.000 unit,” kata Soerjo.

Lantaran itulah, strategi seperti ini – menjaga pasokan ke diler dengan tidak mengejar volume yang tak rasional  dan tak sesuai realitas- masih akan diterapkan di tahun 2019 ini. Terutama untuk Toyota Avanza. Meski, kata ia, soal target penjualan tentu sebanyak-banyaknya.

Hanya, soal Avanza versi facelift itu, Soerjo tak bersedia memastikan kapan persisnya diluncurkan. Meski, beberapa kolega Motoris di internal Toyota menyebut tanggal 15 Januari nanti.

“Kalau soal ini, tunggu saja. Karena soal waktu belum fix, bisa saja nanti berubah. Jadwal fix kalau nanti undangan (peluncuran) sudah diterima media,” imbuhnya. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This