Usulan Bus Trans Jawa, Bikin Harapan Pengusaha Sirna

Usulan Bus Trans Jawa, Bikin Harapan Pengusaha Sirna
Ilustrasi angkutan umum bus di Terminal Poris, Kota Tangerang yang melayani trayek antar kota anar rovinsi di Jawa - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris –Gagasan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk mengoperasikan luxury bus Trans Jawa  dengan menggandeng BUMN Jasa Marga, membuat pelaku usaha angkutan bus meradang. Kebijakan tersebut dinilai justeru kontraproduktif dan membuat pengusaha kecewa karena harapan bakal moncernya usaha berkat tol Trans Jawa menjadi sirna.

Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI, Kurnia Lesani Adnan menyebut selama ini kalangan pelaku usaha sudah dibuat kalang kabut oleh terobosan Kementerian Perhubungan. Kebijakan yang notabene berpotensi ‘mematikan’ Perusahaan Otobus (PO), itu bahkan terus meluas.

“Di Jakarta misalnya, sudah ada Transjabodetabek, tetapi tiba-tiba muncul Jabodetabek Residence. Kemudian, sudah ada bus pemadu moda di Bandara Soekarno-Hatta, tiba-tiba muncul Jabodetabek Airport. Semuanya, ada di jenis layanan yang sama,” papar pria yang akrab disapa Sani itu kepada Motoris, di Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Bahkan, lanjut Sani, saat ini ketika para pelaku usaha angkutan bus menyusun langkah baru untuk menyambut jalan tol Trans Jawa, tiba-tiba muncul gagasan baru dari Menhub tersebut. “Mau dikemanakan kami? Sudah jatuh bangun diterpa berbagai krisis, kini kami harus berjibaku lagi dengan wacana dan kebijakan yang tidak berpihak kepada kami,” kata dia.

Ilustrasi bus milik PO Sumber Alam – dok.Duniabis.com

Pernyataan senada diungkapkan pemilik PO Sumber Alam, Anthony Steven Hambali yang dihubungi Motoris melalui pesan elektronik, Jumat (4/1/2019). “Saat ini sudah banyak PO  yang beroperasi di jalur tersebut (Trans Jawa). Bila ditambahi dari pemerintah, apalagi BUMN seperti Jasa Marga mau diajak buat (bikin) unit usaha baru dengan DAMRI, ini akan memperkeruh persaingan usaha di jalur tersebut,”  ungkap Anthony.

Dia mengusulkan agar sebelum membuat wacana  atau rencana apapun mengenai transportasi, pemerintah mengajak berembuk kalangan pelaku usaha. Bahkan, lanjut Anthony, sebaiknya pemerintah lebih fokus ke infrastruktur saja, sedangkan urusan bisnis diserahkan ke pasar.

“Apabila memang mau masuk sebagai operator, tolong masuk ke jalur-jalur perintis dimana pemerintah bisa mensubsidi. Sehingga, lebih merata,” kata dia.

Sebelumnya, seperti dilansir Antaranews.com, saat memberi sambutan di hadapan para Milenial Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga, Sabtu (29/12/2018) di Rest Area Kilometer 207A Tol Palikanci, Jawa Barat, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan dia menggagas pembentukan Bus Trans Jawa. Bus lux dengan kapasitas 40-50 orang itu nantinya beroperasi di sepanjang jalur tol Trans Jawa.

“Kita sedang menggagas trans java berupa bus-bus yang lux. Bisa saja kerja sama dengan Jasa Marga dengan satu badan,” ujarnya.

Keberadan bus itu, lanut mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura I itu,  diharapkan bisa mengurangi ego serta kecenderungan masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi saat bepergian. “Saya mengusulkan kepada ibu Desi (pimpinan Jasa Marga), kita mulai merintis kerja sama dengan Damri,” ucap Budi. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This