Pasar Menciut, Toyota Tak akan Surut Jualan Sedan

Pasar Menciut, Toyota Tak akan Surut Jualan Sedan
Toyota All New Camry - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Meski pangsa pasarnya dari tahun ke tahun kian menciut karena berbagai faktor, namun PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai salah satu agen pemegang merek kendaraan mengaku tak akan surut langkah memasarkan sedan. Meski, segmen pasar ini berubah menjadi niche market alias pasar yang kecil, namun diyakini tak akan punah.

Keyakinan Toyota itu diungkapkan General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, saat dihubungi Motoris, Selasa (8/1/2019) petang. “Memang, kalau melihat data, tren penjualan sedan terus menurun sejak beberapa tahun lalu dengan berbagai sebab. Di era-era 70-80-an, sedan merupakan mobil impian masyarakat karena dianggap sebagai simbol status sosial dan ekonomi,” tutur Soerjo.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, setelah minibus yang kemudian dilabeli sebagai mobil keluarga serbaguna berkembang dengan kenyamanan dan tampilan yang menarik, perlahan impian memiliki sedan pun semakin menurun. Terlebih, besaran pajak sedan lebih tinggi.

Walhasil, sifat segmen pasar sedan  pun mengarah ke segmen pembeli karena minat khusus. Pembeli sedan antara lain orang yang benar-benar mengemari sedan, institusi-institusi yang ingin menyediakan kendaraan bagi para pejabatnya, hingga mereka yang ingin tampil beda dengan sedan mewah atau biasa disebut sebagai emotional market.

Ilustrasi, sedan Toyota Vios TRD – dok.Toyota

Meski pangsa pasarnya mengecil karena penjualannya melorot, namun pasar sedan tidak akan punah atau hilang di pasar otomotif Indonesia. “Sebab, konsumen dengan karakter seperti itu (pehobi, penggemar sedan, serta kebutuhan institusi), maka pembelian masih akan terus terjadi. Karena di pasar itu ada beberapa kategori. Pertama first buyer, kedua replacement, dan ketiga additional,” terang Soerjo.

Komitmen
Terlebih, lanjut Soerjo, bagi Toyota menyediakan beragam varian produk termasuk sedan adalah komitmen, meski volume di segmen pasar tersebut sangat kecil sekali pun. Komitmen ini bukan sekadar merawat citra merek semata tetapi juga kalkulasi bisnis. Hitugannya, dengan mengisi berbagai ceruk pasar yang ada, maka kemungkinan pertumbuhan bisnis Toyota juga akan lebih besar karena bermain di berbagai lini.

“Termasuk kita hadirkan Toyota All New Camry ini. Meskipun segmen pasarnya kecil, tapi terus kita isi dan kita upayakan agar pasar berkembang. Caranya, ya kita ikuti dan berikan produk sesuai dengan keinginan atau kebutuhan konsumen, apalagi saat ini generasi telah berubah. Banyak orang-orang muda sukses berbisnis atau menjadi eksekutif perusahaan atau institusi. Dengan begitu bisnis Toyota juga akan terus berkembang,” kata dia.

Sementara, pertumbuhan pasar diyakini akan kembali berkembang jika upaya untuk melakukan harmonisasi pajak sedan benar-benar disetujui dan diberlakukan oleh pemerintah. Saat ini tren penurunan penjualan sedan terus terjadi.

Toyota All New Camry resmi meluncur di Indonesia – dok.PT TAM

Hingga tahun 2018 lalu, pangsa pasar sedan diperkirakan kurang dari 2,7%. Padahal, di tahun 2013 pangsa pasar masih 3% dari total penjualan mobil secara nasional.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukan, selama tahun 2017 penjualan sedan mencapai 8.335 unit. Sementara di tahun 2018, hingga November penjualan hanya sebanyak 6.268 unit. “Tahun 2018, mengalami stagnasi,” imbuh Soerjo. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This