Dua Jurus Gaikindo Cegah Penjualan di 2019 Lembek

Dua Jurus Gaikindo Cegah Penjualan di 2019 Lembek
Ilustrasi, Toyota All New Camry resmi meluncur di Indonesia - dok.PT TAM

Jakarta, Motoris – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan mobil di pasar otomotif Indonesia di tahun 2019 ini masih akan tetap sama dengan tahun 2018, atau 1,1 juta unit. Pertumbuhan ekonomi yang tak naik secara signifikan ditengarai bakal menjadi biangnya.

Terlebih, kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto, tahun ini juga ada perhelatan pemilihan umum (legislatif dan presiden). Kendati dinilai tak akan berdampak negatif terhadap penjualan mobil, namun beberapa hal yang menyertainya bisa berpengaruh seperti naiknya tingkat inflasi yang didorong kenaikan konsumsi.

Walhasil, tingkat suku bunga kredit bisa dikerek. Atau, minimal ada pengetatan dari lembaga pembiayaan (leasing) maupun bank. Maklum, sekitar 70%, sebut Jongkie, pembelian mobil dilakukan secara kredit.

“Jadi kami menargekan penjualan tahun ini sama seperti tahun lalu, meskipun harapannya bisa lebih dari hasil pencapaian tahun lalu yang mencapai 1,1 juta unit lebih sedikit,” ungkap Jongkie di Jakarta, belum lama ini.

Ilustrasi booth Suzuki di IIMS 2018-dok.Motoris

Mengantisipasi kemungkinan buruk itu terjadi, Gaikindo dan seluruh anggotanya menyiapkan strategi dan jurus untuk membuat pasar tetap bergairah.

“Salah satunya dengan mengadakan pameran tahunan yang kita adakan, jelas itu akan menggairahkan dan menumbuhkan ikilm positif terhadap penjualan otomotif,” kata Jongkie.

Langkah lainnya Gaikindo berharap dan mendorong merek-merek baru untuk berinvestasi investasi di Indonesia. Jika itu terjadi, maka dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang besar bagi masyarakat Indonesia.

“Kalau dari kami mau merek dari mana saja tidak masalah, yang penting kalau mau investasi dan tumbuh berkembang di Indonesia, kami pasti akan mendukungnya secara penuh,” tutur Jongkie.(Kpr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This