Tiga Merek Ini Masih Doyan Impor di Sepanjang 2018

Tiga Merek Ini Masih Doyan Impor di Sepanjang 2018
Ilustrasi, Toyota All New Camry resmi meluncur di Indonesia - dok.PT TAM

Jakarta, Motoris – Sepanjang tahun 2018 kemarin tiga merek masih membukukan impor yang cukup besar, yakni Toyota, Suzuki, dan Mitsubishi. Dari ketiganya, Toyota membukukan impor yang terbesar di sepanjang tahun tersebut.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan impor Toyota mencapai 25.298 unit. Impor ini terdiri dari Toyota Corolla Altis, Prus, Camry, Toyota 86, Voxy, Alphard, Landcruiser, HiAce, serta pikap Toyota Hilux,

Sementara impor Suzuki mencapai 21.048 unit. Impor berasal dari India itu antara lain Suzuki Ignis, Baleno, serta SX4 S-Cross. Sedangkan impor Mitsubishi yang dilakukan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebanyak 13.258 unit.

Model yang diimpor oleh MMKSI adalah Mitsubishi Pajero Sport 2.5 Exceed dan Mitsubishi Triton 4×2 M/T. Merek lain yang juga mengimpor cukup besar adalah Honda yang diimpor oleh PT Honda Prospect yakni sebanyak 5.680 unit.

Berkat sentuhan modifikasi dari Promobil, tampang Suzuki Ignis di IMX 2018 ini terksan kekar – dok.Motoris

Kemudian Mazda sebanyak 5.657 unit. Sedangkan Chevrolet yang berada di urutan kelima dalam daftar ima besar pengimpor mobil di 2018, mengimpor sebanyak 2.366 unit.

Menurut Public Relation Manager PT TAM, Rouli Sijabat, impor dilakukan terhadap model-model yang sejatinya volume penjualannya kecil namun juga memiliki peminat. Model tersebut tak diproduksi di Indonesia selain karena lokasi produksinya ditetapkan oleh Toyota regional.

“Pertimbangannya tentu volume penjualan. Apakah secara volume feasible (layak secara ekonomi) untuk dibuat di suatu negara tertentu (termasuk di Indonesia). Sebab, proses produksi berarti menyangkut investasi. Sementara untuk berinvestasi, tentu juga dilihat sejauhmana prospeknya termasuk untuk ekspor,” papar Rouli saat dihubungi Motoris, Senin (21/1/2019).

Mitsubishi New Triton Athlete – dok.Motoris

Pernyataan senada diungkapkan oleh Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto. Menurutnya, untuk melokalkan produksi sebuah model tentu faktor kelayakan ekonomi menjadi pertimbangan utama.

“Ukurannya tentu saja volume penjualan. Industri mengimpor kan karena memang ada permintaan, kalau enggak ada ya buat apa impor, kan bisa merugi. Nah, dengan adanya kebijakan pemberian kuota berdasar permintaan (yang ditetapkan pemerintah) saya kira itu jalan yang bagus,” kata dia. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This