Nissan Produksi Hybrid di Thailand, Indonesia Cuma Dijatah Mesin

Nissan Produksi Hybrid di Thailand, Indonesia Cuma Dijatah Mesin
Nissan Note e-Power sudah pamerkan NMI di Indonesia sejak 2018. dok. Kompas.com

Bangkok, Motoris – Nissan Motors Company memutuskan untuk memproduksi mobil hybrid di Thailand, sedangkan Indonesia hanya kebagian jatah produksi mesin Xpander.   Fasilitas produksi ini merupakan pabrik mobil elektrifikasi pertama Nissan di luar Jepang.

Yutaka Sanada, Regional Senior Vice President adn Head of Nissan’s Asia & Oceanea (A&O), mengatakan, mobil listrik buatan Thailand akan menyasar ke pasar domestik (Thailand), sekaligus basis ekspor. “Nissan akan menggenjot produksi mobil elektrifikasi dari sini,” kata Sanada, dilansir Bangkok Post, belum lama ini.

Nissan telah mendapatkan restu dari Badan Investasi Nasional Thailand untuk memproduksi mobil hybrid pada 25 Juli 2018 lalu. Proyek ini bakal menelan investasi segar hingga 10,96 miliar baht alias Rp 4,88 triliun untuk produksi hybrid dan baterai di Bang Saothong, Provinsi Samut Prakarn.

Pabrik ini akan memproduksi mobil hybrid Nissan, yang berjuluk e-Power, diklaim bakal menyerap komponen kandungan lokal senilai 15,92 miliar baht atau Rp 7,09 triliun per tahun.

Baca juga: Nissan Indonesia Ketiban Berkah Mitsubishi

Nissan Note e-Power, menggunakan teknologi hybrid, di mana mesin konvensional bergerak sebagai generator penghasil listrik, yang diteruskan ke baterai, kemudian menggerakkan motor listrik ke roda depan. dok. Paultan

Soal rencana produksi mesin Xpander oleh Nissan, sudah disampaikan langsung oleh Presiden Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko, ketika berkunjung ke Indonesia, Oktober 2018 lalu. PT Nissan Motor Indonesia bakal bertanggung jawab memasok kebutuhan mesin Xpander dengan kapasitas hingga 160.000 unit per tahun, mulai tahun fiskal 2020.

Soal rencana ini, pihak NMI masih minim komentar. Tapi, diklaim dengan pasokan mesin secara lokal, maka Xpander yang bakal dipasarkan oleh Nissan dengan nama Livina ini, kandungan lokalnya naik dari 71 % menjadi 80%.

Antoine Barthes, Presiden Nissan Motor Thailand, mengatakan, pihak perusahaan akan melanjutkan permohonan kepada pihak Badan Investasi Nasional untuk memproduksi mobil listrik murni (electric vehicle/EV) di pabrik yang sama.

Namun, Barthes menekankan, kalau pemerintah Thailand harus menyokong penuh proses manufakturing mobil listrik lokal, salah satunya dengan pemberian insentif. Di sisi lain, Nissan baru saja meluncurkan mobil listrik murninya Leaf di Thailand, November 2018 lalu.

Baca juga: Kode Keras Nissan Lewat Predikat Importir Terbaik

Click me for more cool graphics…

“Para konsumen mobil listrik, harus menerima beragam keringanan baik finansial maupun non-finansial, seperti subsidi tunai, parkir gratis, atau pembebasan berkendara di jalur bus, sama seperti yang diterapkan di Norwegia, salah satu negara yang sukses mendorong populasi mobil listrik,” beber Barthes.

Nissan belum mau mengatakan, model hybrid mana yang bakal diproduksi di Thailand. Tapi, melihat kemunginan terbesarnya, adalah Note e-Power. Hatchback ini sudah malang melintang diboyong ke mana-mana untuk diperkenalkan teknologinya, termasuk di Indonesia.

Sementara itu, Nissan Motor Thailand juga merayakan kinerja ekspor ke-1 juta unit sejak mulai beroperasi 1999. Total, terdapat 115 negara tujuan ekspor dari Nissan Thailand, yang memasok beberapa model, seperti Almera, March, Navara, Sylphy, Teana, dan model terakhir Terra.

(sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This