Minat Generasi Milenial ke Mobkas Susut, Ini Penyebabnya

Minat Generasi Milenial ke Mobkas Susut, Ini Penyebabnya
Ilustrasi, deretan mobil bekas yang dijual di Bursa Mobil Bekas Mangga Dua Square, Jakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sejumlah kalangan mengakui ada penyusutan minat untuk memiliki mobil di kalangan milenial dalam beberapa tahun terakhir. Kemacetan lalu-lintas yang dinilai menjadikan perjalanan tak efisien dan munculnya jasa angkutan online dinilai menjadi penyebabnya.

Bahkan, surutnya minat anak zaman now itu tak hanya ke mobil baru, tetapi juga mobil bekas. Setidaknya, itulah yang ditemui Presiden Direktur mobil88, Halomoan Fischer Lumbantoruan.

Menurut dia, anak-anak zaman sekarang lebih cenderung lebih memilih berlibur ke luar negeri daripada membeli mobkas saat mereka mempunyai uang. Hal itu, lanjut dia, berbeda dengan tahun-tahun lalu, dimana anak-anak muda banyak yang memburu mobkas saat tabungan miliknya dirasa cukup.

“Dulu, jika memiliki uang Rp 20 juta, mereka dijadikan uang muka beli mobkas, sekarang dipakai buat untuk jalan-jalan ke luar negeri,” tutur Fischer di kawasan Jakarta Selatan belum lama ini.

Ilustrasi mobil bekas yang dijual – dok.Kompas.com

Bahkan di Mobil88, prosentase penurunan konsumen anak milenial meurun cukup signifikan. Saat ini, konsumen muda terbanyak adalah keluarga muda.

“Kalau sekarang bukan milenial lagi, lebih kepada keluarga muda atau di atasnya lagi yang memang membutuhkan mobil untuk beraktivitas,” kata Fischer.

Pernyataan serupa diungkapkan Senior Manager Bursa Mobkas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih. Meski mengaku tak melakukan penelitian secara khusus berapa persen penurunan jumlah konsumen dari kelompok milenial, namun Herjanto meerasakan hal itu.

“Memang ada perbedaan dengan empat atau lima tahun lalu. Mungkin anak-anak sekarang melihat efisiensi kan. Mereka itu kelompok yang mobilitasnya tinggi. Kalau ada ojek online, taksi online, yang mereka akan menggunakan angkutan itu. Itu pengaruhnya besar naget di kalangan milenial,” kata dia saat dihubungi, Senin (28/1/2019).

Ilustrasi, mobil mewah bekas di Bursa Otomotif Mangga Dua Square Jakarta – dok.Motoris

Pernyataan serupa diungkapkan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Menurutnya, gaya hidup yang lebih suka berlibur – termasuk mencari tempat-tepat yang dianggap instagramable sekaligus mencari pengalaman – jenuh dengan kemacetan, dan  merasa lebih praktis dan efisien jika menggunakan angkutan online, adalah beberapa faktor yang menjadikan minat beli mobil di kalangan milenial menurun.

“Tetapi, dampaknya tidak signfikan. Karena milenial itu kan secara ekonomi masih tergantung orang tua. Jadi, yang menjadi pasar terbesar mobil itu ya orang yang sudah mandiri secara ekonomi,” papar Jongkie.

Setali tiga uang di segmen mobkas. Hal itu diungkap Herjanto. Dia menyebut, meski ada penurunan minat di kalangan lineal, namun penjualan mobkas di WTC Mangga Dua masih naik sekitar 18%. (Kpr/Ara).

CATEGORIES
TAGS
Share This