Kendaraan Listrik Pangkas Anggaran Hampir Rp 800T

Kendaraan Listrik Pangkas Anggaran Hampir Rp 800T
Ilustrasi bagian-bagian mobil listrik-dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Jika penggunaan kendaraan bersumber tenaga dari listrik – baik kendaraan roda empat atau lebih dan kendaraan roda dua – telah memasyarakat di Indonesia, maka pemerintah akan bisa menghemat anggaran senilai Rp 798 triliun saban tahun. Dana tersebut merupakan anggaran untuk pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Harjanto,  seiring dengan tidak adanya lagi konsumsi BBM, maka ketergantungan Indonesia terhadap impor  BBM pun hilang,  Sehingga, ketahanan energi bangsa dan negara Indonesia juga menguat.

“Kita bisa menghemat devisa yang sebelumnya untuk impor BBM, nilainya ya sekitar Rp 798 triliun. Di lain sisi, kita kembangkan bahan bakar alternatif yang sumber bahan bakunya melimpah di kita seperti CPO (Crude Palm Oil atau minyak sawit mentah),” tutur Harjanto di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Infrastruktur pengisian arus untuk baterai mobil listrik – dok.livemint

Lebih dari itu, keberadaan kendaraan listrik juga akan memberi keuntungan lain yang tidak kalah penting bagi Indonesia yakni lingkungan yang bersih karena tingkat emisi karbon yang rendah. Dengan membaiknya kondisi lingkungan – terutama udara – maka tingkat pravelensi sakit di masyarakat juga akan berkurang, sehingga biaya untuk kesehatan juga bisa dihemat

Skema insentif

Harjanto juga mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan insentif kepada kendaraan listrik  – baik mulai dari kendaraan terlektrifikasi  hingga yang listrik penuh (full electric) – melalui perpajakan dan lainnya. Prinsipnya semakin  jauh yang jarak tempuh kendaraan listrik maka semakin besar insentif yang diberikan.

Namun, hal itu juga diikuti dengan ukuran seberapa banyak bahan bakar yang dikonsumsi. Semakin sedikit BBM yang dikonsumsi, sehingga semakin kecil tingkat emisinya, maka semakin besar insentif yang bakal diterimanya.

“Artinya, insentif yang diberikan juga sesuai dengan karakteristik teknologi yang digunakan untuk menghasilkan tingkat emisi yang rendah dan jarak tempuhnya,” terang Harjanto.

Menteri Perindustrian Airalngga Hartarto mencoba posisi duduk di atas motor konsep Honda PCX listrik yang dipamerkan di IMOS 2018 – dok.Motoris

Dia menuturkan, pemerintah menargetkan populasi mobil listrik pada tahun 2025 nanti sudah mencapai 20% dari total produksi mobil yang diperkirakan mencapai 2 juta unit. Artinya ppulasi mobil atau kendaraan roda empat listrik saat itu telah mencapai 400.000 unit.

Pada saat yang sama, kendaraan roda dua listrik jumlahnya telah mencapai 2 juta unit. Sekadar catatan, produksi dan penjualan kendaraan roda dua di Tanah Air saban tahunnya dalam beberapa tahun terakhir rata-rata encapai 6 juta unit lebih. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This