Setelah Bus Kota, Volvo Rambah Pasar Bus AKAP Indonesia

Setelah Bus Kota, Volvo Rambah Pasar Bus AKAP Indonesia
Ilustrasi bus Volvo - dok.Volvo Buses

Jakarta, Motoris – Setelah sejak tahun 2017 lalu berhasil memasok 119 unit sasis B11R-370 6×2 untuk armada bus PT Transportasi Transjakarta (Transjakarta) B11R-370 6×2 kini PT Wahana Inti Selaras (WIS) – importir Volvo Truck dan Bus di Indonesia – melangkah ke bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). PT Wahana akan memamerkan tiga sasis bus di hajatan Busworld South East Asia 2019 yang berlangsung 20-22 Maret mendatang di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

“Volvo melalui distributornya di Indonesia (PT WIS) telah terdaftar sebagai salah satu partisipan (peserta) dari Busworld South East Asia 2019 ini. Ada tiga model sasis yang akan dipamerkan, Volvo B11R, Volvo B8R dan B8RLE,” tutur Direktur PT Global Expo Management – selaku penyelenggara pameran – Baki Lee, saat ditemui usai konferensi pers kesiapan hajatan tersebut di Jakarta, belum lama ini.

Artinya, dengan sasis baru yang akan disuguhkan ke para pengunung pameran – yang diyakini banyak dari kalangan pengusaha operator angkutan bus tersebut – Volvo Indonesia atau dalam hal ini PT WIS bakal masuk ke segmen sasis bus untuk AKAP. Indikasi ini sebelumnya juga disampaikan Chief Executive Officer PT WIS, Bambang Prijono.

Bus Volvo B11R yang digunakan sebagai ramda bus Transjakarta – dok.Equipna

“Kami memulainya dari sasis untuk bus perkotaan, yakni untuk bus Transjakarta (sejak 2017). Tapi, kami juga akan mau masuk ke segmen bus Antar Kota Antar Provinsi,” ujar Bambang pertengahan tahun 2018 lalu.

Jaminan Suku Cadang
Sementara itu, kolega Motoris di Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia mengaku telah mendapatkan tawaran dari PT WIS untuk menggunakan sasis B11R versi bus AKAP. Menurutnya, bus itu telah dinaikan semburan tenaganya meski mesin yang diusungnya sama.

Volvo B11R-370 6×2 mengusung diesel D11K 10.8L 6-silinder dan dilengkapi turbocharged dan aftercooler. Mesin ini menyemburkan tenaga hingga 370 hp dengan torsi hingga 1.770Nm.

Penyaluran tenaga ke roda menggunakan transmisi otomatis ZF 6AP2000B, enam tingkat percepatan otomatis berteknologi Automatic Idle Shift (AIS) dengan Torque Converter. Sistem pengeremannya menggunakan disc brake yang dikontrol dengan Electronic Control System.

Selain itu ada fiturElectronic Stability program (ESP). Artinya, disc brake dapat mengunci secara bersamaan. Sehingga, kemungkinan bus melintir pada saat pengereman mendadak saat berada pada kecepatan tinggi juga bisa dicegah. Serentetan fitur yang menarik.

Ilustrasi bus Volvo B11R – dok.flickr.com

Harganya cukup menarik, yakni sekitar Rp 2,7 miliar. Hanya, tawaran firur dan teknologi terkini, belumlah cukup. Sang kolega masih mempertanyakan jaminan kepastian soal suku cadang. Maklum, sebelum berhenti beredar di Indonesia sekitar 10 tahun lalu, ada pengalaman kurang baik dengan Volvo.

“Saat itu, banyak juga (pengusaha) yang pakai bus Volvo. Hanya saja, ketika terjadi kerusakan suku cadangnya sulit didapatkan. Sehingga, bus yang rusak menganggur dalam waktu lama. Mudah-mudahan ini ada jaminan tidak akan terulang kondisi seperti itu,” ungkap sang kolega saat dihubungi, Selasa (5/2/2019).

Terlebih yang ditawarkan Volvo bukan hanya satu varian saja. Bahkan bisa lebih dari empat atau lima varian nantinya. Sebab, kata kolega itu, saat ini pasar angkutan bus juga diprediksi semakin bergariah menyusul dukungan infrastruktur jalan tol baik di Jawa (Trans Jawa) maupun Sumatera, Trans Sumatera. (Fer/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This