Terhimpit Perang Dagang Cina-AS, Penjualan Volvo Masih Ngegas

Terhimpit Perang Dagang Cina-AS, Penjualan Volvo Masih Ngegas
Ilustrasi Volvo XC60 yang diproduksi di Eropa - dok.Istimewa

Beijing, Motoris – Pabrikan asal Swedia yang mayoritas sahamnya dimiliki Zhejiang Geely Holding Group, Volvo Cars, tetap menjadikan Cina sebagai pusat kegiatan ekspor produknya meski saat ini negara itu terlibat perang dagang dengan Amerika Serikat. Terlebih, sepanjang tahun 2018 lalu keuntungan Volvo meningkat 0,9%.

Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, Jumat (8/2/2019), Chairman of the Executive Board (CEO) of Volvo Cars Corporation AB, Hakan Samuelsson, mengatakan untuk menyiasati hambatan tarif yang dikenakan Amerika Serikat (AS), pihaknya tak akan langsung mengekspor mobil dari Cina ke negara tersebut. Produk-produk Volvo akan dikirim ke negara ketiga yang tak dikenai tarif oleh Negeri Paman Sam itu.

“Cina juga digunakan sebagai pusat ekspor Volvo Cars. Tapi, karena tarif yang dikenakan AS, kami harus mendistribusikan ulang,” kata dia.

Pada Kamis (7/2/2019), Volvo Cars merilis laporan kinerja perusahaan 2018 dengan laba operasional sekitar US$1,53 miliar. Nilai ini meningkat 0,9% dibanding tahun 2017.

Ilustrasi, Li Shufu pendiri Zhejiang Geely Holding Group bersama President CEO Volvo Cars, Hakan Samuelsson saat menghadiri acara di Shanghai tahun 2016 lalu – dok.Reuters

Sebelumnya, siaran pers Volvo di Swedia menyebut sepanjang 2018 lalu, Volvo Cars berhasil melego 642.253 unit mobil. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi sejak perusahaan berdiri pada tahun 1927.

Penjualan tersebut meningkat 12,4% dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 571.577 unit. Penjualan terbanyak dibukukan di Cina, Amerika Serikat, dan Eropa.

Di Cina Volvo menjual 130.593 unit mobil atau tumbuh 14,1% . Model yang paling laris di negeri ini adalah Volvo XC60 dan S90 yang dirakit di pabrik lokal.

Sementara di Eropa, sepanjang tahun 2018, Volvo melego 317.838 unit mobil dengan model terlaris Volvo V60 dan Volvo XC40. Jumlah itu meningkat 6,4&% dibanding penjualan tahun 2017.

Volvo S90 model tahun 2019 – dok.buycar.co.uk

Volvo Cars yang diakuisisi produsen mobil China Geely pada 2010, hingga saat ini memiliki 38.000 tenaga kerja yang tersebar di sejumlah negara di dunia. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This