Memanas, Renault Kritik Pedas Cara Nissan Investigasi Ghosn

Memanas, Renault Kritik Pedas Cara Nissan Investigasi Ghosn
Carlos Ghosn - dok.Reuters

Paris, Motoris – Pabrikan otomotif asal Prancis, Renault SA, mengeritik pedas cara dan metode investigasi yang diterapkan mitra aliansinya – Nissan Motor Company – dalam kasus yang menjerat bekas bos aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, yang juga CEO Renault, Carlos Ghosn. Investigasi dilakukan setelah Ghosn diringkus aparat Kejaksaan Kota Tokyo, pada November 2018 lalu karena diduga memanipulasi laporan keuangan dan penyalahgunaan aset.

Seperti dilaporkan harian Le Journal du Dimanche  dan kantor berita AFP, Minggu (10/2/2019) kemarin. Kritikan keras tersebut dilontarkan Renault melalui pengacara yang mendampingi Ghosn dalam pemeriksaan aparat kejaksaan Tokoyo, Jepang. Melalui surat tertanggal 19 Januari lalu, para pengcara menyatakan “keprihatinan serius terkiat metoda yang digunakan,”.

Bahkan, para pengacara itukilennya tersebut. mengatakan telah memiliki bukti-bukti yang cukup atas tindakan-tindakan yang diduga menyimpang dan dituduhkan kepada  “Renault telah mempunyai bukti yang cukup kuat. Sehingga menyesalkan metode yang digunakan oleh Nissan dan pengacaranya dalam mewawancara karyawan Renault melalui kantor kejaksaan umum Jepang,” bunyi surat tersebut.

YoKantor Pusat Nissan di Yokohama, Jepang- dok.Nissan Global Newsroom

Nissan memang terus melakukan upaya mengumpulkan bukti dan berbagai fakta pendukung atas tuduhan yang dilamatkan kepada Ghosn. “Hanya saya, Nissan telah gagal berkonsultasi dengan Renault yang merupakan mitra aliansinya dari Prancis,” tulis Le Journal du Dimanche .

Renault merupakan pemegang 43% saham Nissan Motor Company. Sedangkan Nissan menggenggam 15% saham Renault. Keduanya menjalin aliansi, dan pada tahun 2016 aliansi mencuil 34% saham Mitsubishi Motors. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This