Tahun Politik, Isuzu dan Hino Tetap Pasang Target Tinggi

Tahun Politik, Isuzu dan Hino Tetap Pasang Target Tinggi
Ilustrasi, Isuzu Elf NMR 80SHD saat diperkenakan di GIIAS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Memasuki tahun politik  2019, yang merupakan  tahun digelarnya hajatan pemilihan umum telah membawa konsekwensi “memanasnya suhu polotik’ di masyarakat dan dikhawatirkan membawa dampak ke bidang ekonomi. Namun, bagi industri otomotif khususnya segmen kendaraan komersial hajatan tersebut bukanlah halangan untuk mengejar target penjualan.

“(Hajatan politik) Tentunya memberikan pengaruh . Berapa besar dampaknya, kami belum bisa memberikan gambaran. Tapi kami yakin perekonomian Indonesia akan tetap jalan. Apalagi dengan semakin jalannya infrastruktur, pasti cukup berdampak baik. Terutama di sektor logistik,” tutur Presiden Direktur IAMI, Ernando Demily kepada Motoris melalui pesan elektronik, Selasa (12/2/2019).

Dengan optimisme ini pula, kata Ernando, IAMI mematok target penjualan sebanyak 30.750 unit di tahun ini. Jumlah tersebut naik 21,6% dibanding penjualan tahun 2018 yang sebanyak 25.286 unit.Untuk mewujudkan target tersebut, Januari lalu IAMI telah meluncurkan lima varian baru, yakni New Isuzu GIGA Tractor Head.

“Penjualan Isuzu di Januari lalu, ritail sales (dari diler ke konsumen) sebanyak 2.048 unit,” kata Ernando.

Truk Hino untuk sektor bisnis logistik atau kargo – dok.HMSI

Optimisme di tahun politik juga diungkapkan HMSI. Tahun ini Hino mematok target penjualan 45.000 unit atau naik 12%. Jumlah yang ditargetkan itu terdiri dari light duty truck sebanyak 20.000 unit dan medium duty truck 25.000 unit.“Kami optimis dan percaya dapat mencapai target yang ditetapkan,” tutur Presiden Direktur HMSI (Hino), Hiroo Kayanoki, dalam keterangan pers, Senin (11/2/2019).

Hino yakin mampu mewujudkan target, lanjut  Kayanoki, karena pembangunan banyak proyek infrastruktur yang masih banyak berjalan. Begitu pula dengan dinamika di bisnis logistik atau kargo sejalan dengan masih meningkatnya konsumsi atau daya beli masyarakat.

Terlebih,  jalan tol Trans Jawa yang sudah tersambung membantu arus percepatan distribusi barang. Hino juga membidik sektor komoditas perkebunan dan pertambangan.Selain truk, HMSI juga akan memacu penjualan chassis bus. Optimisme ini didasari fakta semakin tingginya mobilitas masyarakat karena tersambungnya jalan tol Trans Jawa.

DP nol persen
Meski saat ini lembaga pembiayaan – dengan tingkat kredit macet (NPL) kurang dari 1% – boleh memberikan uang muka kredit (DP) 0%, namun tak serta merta IAMI maupun HMSI mendorong lembaga pembiayaan untuk memberikan fasilitas itu ke setiap calon pembeli. Meski, kata Ernando Demily, industri otomotif termasuk pihaknya menyambut baik kebijakan itu.

“Hal ini akan mempermudah cash flow customer saat penambahan atau peremajaan kendaraan. Dan tentunya, dalam jangka pendek dapat menaikan geliat industri otomotif,” kata dia.

Hanya, Ernando juga mewanti-wanti, jika fasilitas DP 0% itu diberikan harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Industri otomotif dan lembaga pembiayaan harus ekstra hati-hati.

Truk ringan Isuzu – dok.Istimewa

Sebab, DP 0% sangat pelaku industri otomotif sangat mungkin masuk ke segmen yang kurang tepat dan berisiko naiknya NPL. Dan jika tingkat NPL perusahaan pembiayaan naik, maka merek akan semakin ketat menyalurkan pembiayaan atau bahkan menyetopnya.

“Maka dampak buruknya, mereka (lembaga pembiayaan) akan stop selling yang berakibat penurunan market. Jadi jalan tengahnya, program DP 0% baiknya diberikan ke customer dengan track record yang bagus,” imbuh Ernando. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This