Kabar Investasi VW dan Hyundai di RI Semakin Pasti

Kabar Investasi VW dan Hyundai di RI Semakin Pasti
Ilustrasi, All New Hyundai Santa Fe, hadir di GIIAS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kabar tentang rencana investasi yang bakal digelontorkan oleh Volkswagen (VW) dan Hyundai Motor Company untuk memproduksi mobil di Indonesia yang selama ini terus terdengar tapi masih tersamar, semakin mendekati kepastian. Adalah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang memberikan penguatan atas kabar tersebut.

Menteri Airlangga mengatakan, saat ini Indonesia semakin dilirik oleh pabrikan-pabrikan luar negeri untuk dijadikan basis produksi, dengan produk yang diorientasikan untuk dalam negeri maupun ekspor.

“Investor ada dua yang sudah komit (untuk investasi) di Indonesia, satu dari Eropa dan satu (dari) Asia. Produknya, 50% untuk lokal (pasar dalam negeri Indonesia), 50% untuk ekspor,” papar Airlangga, usai peresmian simplifikasi prosedur ekspor kendaraan completely built up (CBU) di Pelabuhan Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menyebut total investasi dari kedua pabrikan itu sekitar US$ 900 juta atau sekitar Rp 12,5 triliun. Hanya, dia tak merinci nilai investasi sebesar itu berapa besar porsi masing-masing pabrikan yang dimaksud. Airlangga juga tak menyebut nama pabrikan yang dia sebut telah berkomitmen untuk investasi di Indonesia itu.

Ilustrasi, produk Volkswagen VW T-Cross varian berwarna kuning – dok.India Car News

Namun, seperti dikutip Reuters, Kamis (20/12/2018) lalu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Perindustrian Harjanto mengatakan Hyundai Motor Company berencana menanamkan investasi sebesar US$800 juta. Pada Rabu (19/12/2018) di Jakarta, Harjanto juga sempat mengatakan selain Hyundai, Volkswagen juga bakal menggelontorkan investasi untuk merakit kendaraan di Indonesia. Nilai investasi yang digelontorkan pabrikan asal Wolfsburg, Jerman itu senilai 40-50 juta euro.

Nilai investasi VW sebesar itu akan digunakan untuk merakit produknya di perakitan yang telah ada dan dimiliki perusahaan lain. Artinya, VW hanya menyewa atau meminta fasilitas perakitan tersebut untuk merakit produknya.

“Ada beberapa model yang mau dirakit di sini (Indonesia) antara lain SUV Tiguan. Produk ini tidak ahanya untuk pasar dalam negeri saja, tetapi juga untuk ekspor ke negara-negara ASEAN,” kata Harjanto.

Seperti halnya Harjanto, kolega Motoris di internal Kementerian Perindustrian menyebut, produk yang bakal dibuat Hyundai di Indonesia nantinya adalah SUV. Selain itu, ada kendaraan listrik yang kemungkinan besar dibuat mulai tahun 2022.

Ilustrasi, Hyundai Veloster N 2019 – dok,drivemag

Sekadar catatan, data berbicara sepanjang tahun 2018 lalu investasi di industri hanya Rp 274,8 triliun atau menyusut 18,7%  dibanding tahun 2017  yang sebesar Rp 274,8 triliun. Dari total nilai itu, investasi industri tranportasi atau angkutan di tahun 2018 itu hanya  Rp 17,44 triliun. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This