Punya “Detroit”, Indonesia Bisa Jadi Hub Otomotif Dunia

Punya “Detroit”, Indonesia Bisa Jadi Hub Otomotif Dunia
Ilustrasi proses produksi mobil Toyota di Indonesia - dok.Motors.mega.au

Jakarta, Motoris – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan industri otomotif menjadi sektor yang cepat mencetak devisa, karena selain memiliki struktur industri yang dalam dari hulu hingga hilir juga telah dipercaya masyarakat luar negeri. Bahkan, dia meyakini Indonesia bakal menjadi hub otomotif dunia.

“Struktur manufakturnya sudah dalam. Mulai dari industri baja, kimia, kaca, hingga ban. Bahkan, kepercayaan dunia internasional terhadap produk otomotif nasional sudah tinggi,” tutur Airlangga, dalam ketrangan pers, Rabu (13/2/2019).

Politisi Partai Golkar itu kemudian menyodorkan bukti rekam jejak ekspor industri otomotif di tahun 2018 lalu. Saat itu mobil dalam bentuk utuh (CBU) yang diekspor mencapai 264 ribu unit lebih, dan berbentuk terurai (CKD) sebanyak 82.000 unit. sekitar 82 ribu unit.

“Sehingga total ekspor  mobil kita mencapai 346 ribu unit dengan nilai US$ 4 miliar dan tambahan dari ekspor komponen otomotif senilai US$2,6 miliar,” kata dia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono melakukan tes drive Toyota Prus Plug-in hybrid – dok.Motoris

Indonesia, saat ini tengah bersaing ketat dengan India untuk menjadi hub bagi manufaktur industri otomotif global. Indonesia, sebut Airlangga, mempunyai kawasan industri otomotif yang dia sebut sebagai “Detroitnya Indonesia” yakni di Bekasi, Karawang dan Purwakarta.

“Dimana strukturnya sudah dalam mulai tier 1, 2, sampai 3. Selain itu, investasi industri otomotif juga akan terus bertambah,” terangnya.

Undang investasi

Undang investasi Dengan modal yang ada seperti itu dan keinginan menjadi hub industri otomotif global, kata Airlangga, Kemnterian Perindustrian berupaya meningkatkan investasi dan memperluas pasar ekspor untuk industri otomotif nasional. Tetapi, hal itu diperlukan fasilitas insentif fiskal guna memacu produksi kendaran yang sesuai selera konsumen global.

“Misalnya, kami mendorong peningkatan ekspor sedan,” ucapnya.

Pemerintah saat ini juga tengah menunggu percepatan perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Australia. “Kalau CEPA (perjanjian kerjasama ekonomi) dengan Australia itu terbuka, maka akan ada pasar yang terbuka untuk 1 juta unit. Kami sudah bicara dengan principal (industri otomotif Indonesia di Jepang), ekspornya akan dari Indonesia,”  papar Airlangga.

Menteri Perindustrian – Airlangga Hartarto bersama President Director Suzuki Motor Corporation – Toshihiro Suzuki secara simbolis melepas kontainer yang berisi All New Ertiga dan NEX II – dok.Istimewa

Jika rencana itu terwujud, maka akan mendongkrak produksi mobil di Indonesia mencapai 2 juta unit per tahun. Dengan dukungan industri komponen lokal, industri otomotif diyakini juga semakin kompetitif.  (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This