40 Negara Wajibkan Mobil Baru Pakai Rem Otomatis

40 Negara Wajibkan Mobil Baru Pakai Rem Otomatis
Ilustrasi sistem pengereman otomatis - dok.HybridsCars.com

Jenewa, Motoris – Badan standarisasi kualitas produk yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – yakni United Nations Economic Commission for Europe (UNECE) – resmi merilis aturan yang menyatakan semua mobil baru yang dipasarkan di 40 negara wajib memiliki rem otomatis. Beleid anyar PBB ini mulai berlaku tahun 2020 mendatang.

Pernyataan resmi UNECE yang dilansir Associated Press dan Press Trust India, Rabu (13/2/2019) menyatakan perilisan aturan itu dilakukan Selasa (12/2/2019). “Tetapi sejatinya, kesepakatan antar 40 negara itu sudah terjadi sejak 1 Februari (2019), dan pengumuman Selasa (12/2/2019) kemarin merupakan pernyataan resmi saja setelah peraturan tersebut selesai revisi dan disepakati,” ungkap Juru Bicara UNECE, Jean Rodriguez.

Kesepakatan penerapan aturan yang mewajibkan mobil baru dilengkapi rem otomatis tersebut diprakarsai oleh Jepang dan Uni Eropa. Sedangkan Cina dan Amerika Serikat, meski ikut meneken aturan itu tetapi menyatakan belum akan menerapakannnya di dalam negeri.

Ilustrasi cara kerja rem otomatis di mobil – dok.etsc-eu

Rodriguez menambahkan, aturan anyar ini bakal berdampak ke 20 juta unit mobil baru yang akan dipasarkan di Uni Eropa, Jepang, dan sejumlah negara lainnya yang menerapkannya. Tetapi untuk tahap pertama masih berlaku di Jepang, dimana 4 juta mobil dan kendaraan komersial – berfitur rem otomatis – telah mulai dijual pada 2018 lalu.

Sistem kerja rem
Rem otomatis yang ada pada kendaraan baru tersebut mulai bekerja secara otomatis ketika kendaraan telah berjalan dengan kecepatan 60 kilometer perjam. Sistem ini dilengkapi serangkaian sensor yang mendeteksi obyek – benda mati, kendaraan lain, maupun orang – yang berada di depannya.

Jika obyek tersebut terdeksi berada pada jarak yang tidak aman dan berpotensi menimbulkan risiko fatal seperti tertabrak, maka sistem akan memerintahkan rem bekerja, Mobil pun akan berhenti seketika.

Peratutan ini dibuat karena melihat banyaknya potensi risiko kecelakaan yang terjadi karena kurang bekeranya sistem pengereman pada mobil atau kendaraan komersial yang ada selama ini. Sistem pengereman yang ada bersifat pasif yakni tergantung kepada perilaku atau perintah pengemudinya, sehingga jika mereka lalai maka risiko fatal pun terjadi.

Cara kerja Sistem pengereman otomatis – dok.The Rock River Times

Sedangkan pengereman otomotis yang dikendalikan oleh teknologi canggih dengan sistem sensor yang terukur dengan pasti, akan bekerja secara cepat dan tepat meski pengemudi lalai. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This