Cara Toyota dan Honda Saat Pasar Sedan di Tubir Senjakala

Cara Toyota dan Honda Saat Pasar Sedan di Tubir Senjakala
Ilustrasi, Toyota All New Camry resmi meluncur di Indonesia - dok.PT TAM

Jakarta, Motoris – Tren penjualan mobil jenis sedan di Indonesia kian hari kian meredup alias berada di pintu masuk alias tubir senjakala. Kendati begitu, sejumlah pemain di pasar ini – antara lain Toyota dan Honda – masih terus bertahan menggelontorkan versi baru.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang tahun 2018 lalu penjualan sedan tercatat sebanyak 6.704 unit. Jumlah unit menyusut 19,47% dibanding tahun sebelumnya.

Tapi menurut Ketua I Gakinido, Jongkie Sugiarto, anjloknya penjualan tahun 2018 bukanlah yang pertama kali terjadi. Penjualan tahun 2017 – sebanyak 9.000 unit – misalnya, juga ambrol 34% dibanding penjualan tahun 2016 yang sebanyak 13 ribuan unit.

Bahkan, tahun 2016 itu sendiri sejatinya juga sudah longsor dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 17 ribuan unit. “Penurunan terjadi sejak tahun 2012, malahan. Tahun 2013 masih sebanyak 24 ribuan unit, tahun berikutnya 21 ribuan unit. Jadi, trennya terus menurun. Orang meninggalkan sedan berpindah ke MPV, kenapa? Karena harga sedan lebih mahal, sebab skema pajaknya beda, jadi tarifnya lebih mahal,” papar Jongkie saat dihubungi belum lama ini.

Honda Civic Turbo facelift diluncurkan – dok.Otospirit.com

Meski begitu, PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Honda Prospect Motor (HPM) yang selama ini menjajakan varian sedan masih terus bertahan. Mereka juga masih merawat ritme penjualan dengan meluncurkan versi baru dari model-model sedan yang dijualnya.
TAM misalnya, 8 Januari lalu menyodorkan All New Camry. Bahkan agen pemegang merek Toyota ini mengaku masih optimis karena memiliki ceruk pasar tersendiri yang juga loyal terhadap merek Toyota. Pun di saat pangsa pasar sedan secara umum menciut.

“Sejak empat tahun lalu (tahun 2013) pasar sedan memang menurun menjadi 3%, dan sekarang (tahun 2018 dan awal 2019) hanya 2%, tetapi Toyota tetap merasa punya pasar sendiri khususnya di segmen fleet atau premium,” tutur Direktur Pemasaran TAM, Anton Jimmy, di sela peluncuran sedan itu.

Sementara General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto yang dihubungi Motoris menyebut, pihaknya juga terus mengikuti tren yang terjadi di masyarakat konsumen sedan termasuk selera dan keinginan mereka.

“Misalnya, sekarang ini terjadi pergeseran selera. Kalau sebelumnya, konsumen suka yang elegan, sekarang yang terkesan sporty. Karena pengguna sedan sekarang juga mengalami regenerasi. Makanya, All New Camry ini kental dengan sentuhan seporty,” kata dia belum lama ini.

Toyota Prius berteknologi hybrid, salah satu varian sedan yang dijajakan Toyota di Indonesia- dok.Motoris

Camry merupakan tulang punggung Toyota di segmen sedan. Sepanjang 2018, Camry terjual 1.200 unit atau sekitar 60% dari total penjualan sedan segmen medium di Indonesia.

Langkah memoles produk dagangan juga dilakukan HPM. Kamis (21/2/2019) kemarin, pemegang merek Honda di Indonesia ini menggelonotorkan Honda Civic Turbo. Sedan dengan serangkaian ubahan minor itu dibanderol Rp 507 juta on the road (OTR) Jakarta.

Hanya, kini HPM membuat langkah efisiensi. Honda Civic Turbo yang sebelumnya ada dua varian, kini dijadikan satu varian saja. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This