IA-CEPA, Peluang Emas Indonesia Ekspor Sedan ke Australia

IA-CEPA, Peluang Emas Indonesia Ekspor Sedan ke Australia
Ilustrasi, ekspor SUV Indonesia. Proses Scanning Toyota Fortuner sebelum diekspor - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Perjanjian kerjasama Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) resmi diteken pada 4 Maret lalu. Perjanjian ini dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memperbesar ekspor mobil khususnya varian sedan dan SUV.

Menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, selama ini penyerapan kendaraan bermotor roda empat khususnya mobil oleh pasar Australia saban tahunnya mencapai 1,17 – 1,20 juta unit.

“Dan dari jumlah itu, 70% merupakan kendaraan penumpang yang terdiri dari SUV (Sport Utility Vehicle), crossover, dan sedan. Sedangkan sisnya kendaraan barang atau kendaraan komersial termasuk pikap kabin ganda,” papar Jongkie saat dihubungi, Senin (11/3/2019).

Dari jumlah penyerapan itu, semuanya dipenuhi dari impor. Maklum, sejak sepuluh tahun lalu, Australia tidak memiliki industri otomotif – baik lokal maupun asing – yang beroperasi di lokal Australia.

Akibatnya, kebutuhan dipenuhi dari impor. Mobil-mobil itu dipasok dari India, Thailand, Jepang, serta Cina. “Nah, dengan kerjasama IA-CEPA itu, Indonesia punya peluang besar. Kenapa, karena dengan kersajama ini maka bea masuk minim. Sehingga, kesempatan lebih besar,” kata Jongkie.

Toyota Innova yang diekspor – dok.TMMINToyota Innova yang diekspor – dok.TMMIN

Hanya, saja selama ini produk terbanyak yang dihasilkan oleh Indonesia itu MPV dan SUV. Sedangkan sedan masih minim.
“Oleh karena itu, kalau Indonesia ingin memperbesar volume ekspor yang harus produksi sedan. Tapi, industri akan mau memproduksi sedan kalau penyerapan di pasar dalam negeri juga banyak,” terang dia.

Sementara, fakta berbicara, harga sedan saat ini di Indonesia lebih mahal karena pajaknya juha lebih besar. Karena itu, dia mengusulkan agar harmonisasi tarif pajak untuk sedan segera diterbitkan.

“Jadi di dalam negeri berkembang, dan untuk memenuhi ekspor juga ada. Ini kesempatan. Bahkan kalau kita bicara global, bukan hanya Australia saja yang butuh sedan. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan teknologi terutama yang berkait dengan standar emisi,” jelas Jongkie. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This