Bantah Cabut dari Indonesia, Proton Sodorkan Bukti Ini

Bantah Cabut dari Indonesia, Proton Sodorkan Bukti Ini
Proton X70 resmi diluncurkan oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad 12 Desember 2018 - dok.Paultan

Jakarta, Motoris – Pabrikan asal Malaysia, Proton Holding Bhd, menegaskan melalui agen pemegang mereknya di Indonesia masih eksis dan tak akan meninggalkan Indonesia, karena pasar negeri ini merupakan pasar terbesar di Asean. Sebagai bukti, pabrikan itu segera menggelonotorkan model-model anyarnya ke Indonesia.

Seperti ditegaskan Director of International Sales Proton, Steven Xu, jika saat ini Proton sepi kegiatan di Indonesia, hal itu dikarenakan tengah melakukan perbaikan kegiatan bisnis. Bukti masih eksisnya Proton, kata Xu, bisa dilihat dari masih aktifnya Proton dalam memberikan layanan servis dan perawatan mobil Proton di masyarakat.

Pusat servis itu, saat ini disebut masih sebanyak 23 unit. Selain itu, Proton juga puya niatan untuk mengekspor SUV anyar produksi Proton bersama Geely, yakni Proton X70 ke Indonesia. Rencana tersebut juga tak terpengaruh oleh proses perubahan bisnis yang tengah dijalankan oleh Proton.

Perubahan bisnis ini termasuk dalam penunjukan distributor baru. Bahkan, lanjut Xu, Proton juga telah menyiapkan rencana bisnis hingga 10 tahun ke depan.

Ilustrasi, Proton – dok.The Star

Salah satu wujud konkret rencana itu adalah, target penjualan sebanyak 400.000 unit mobil di tahun 2027 nanti. “Sebagai pasar terbesar di wilayah Asean, Indonesia mempunyai peranan penting bagi pertumbuhan penjualan Proton nantinya. Perubahan posisi bisnis kami di Indonesia juga tidak akan mempengaruhi rencana ekspor kendaraan kami seperti (Proton) X70,” tutur Xu dalam keterangan resmi, Selasa (12/3/2019).

Proton X70 yang diluncurkan di Malaysia 12 Desember 2018 lalu merupakan SUV baru hasil kongsi Proton dengan Geely Automobile yang merupakan anak usaha dari Zhejiang Geely Holding Group. Pabrikan asal Cina itu sejak Mei 2017 telah mengakuisisi 49,9% saham Proton.

Pernyataan resmi Proton ini merupakan jawaban atas informasi yang berkembang di media lokal Indonesia soal “sunyi senyapnya” kegiatan bisnis Proton di pasar otonomotif nasional. Bahkan, ada spekulasi bahwa pabrikan asal negeri  jiran tersebut telah secara diam-diam undur diri dari Indonesia. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This