Cara Toyota Dukung Penyiapan SDM Hadapi Revolusi Industri

Cara Toyota Dukung Penyiapan SDM Hadapi Revolusi Industri
Menteri Airlangga Hartarto didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono berfoto bersama dengan para pengajar SMK di Sukabumi, Jawa Barat - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Toyota Indonesia menegaskan konsistennya dalam mendukung program pemerintah dalam mengembangkan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) melalui pengembangan pendidikan berbasis vokasi (keterampilan) dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Tak hanya alat peraga berupa mobil dan mesin – sebagai alat peraga praktikum siswa sekolah kejuruan (SMK) – yang diberikan Toyota, tetapi juga kurikulum dalam menghasilkan SDM berkualitas.

Seperti diungkapkan Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azzam, pengembangan vokasi peserta didik di SMK merupakan salah satu upaya menghadapi revolusi industri 4.0, sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah yang didukung penuh Toyota. Melalui penyiapan kualitas SDM inilah, lanjut Bob, maka akan tercapai industri dalam negeri yang berdaya saing tinggi.

“Sinergi yang kuat antara Pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci penting dalam program pendidikan vokasi ini. Pasalnya, para stakeholder yang terlibat dalam program vokasi pendidikan dapat membantu percepatan terciptanya ekosistem yang mendukung pembentukan SDM berkualitas,” tutur Bon dalam siaran pers, Senin (18/3/2019).

Program pendidikan vokasi untuk pembentukan SDM berkaulitas tersebut antara lain bisa dilakukan dengan penyediaan fasilitas-fasilitas training yang mengaplikasikan teknologi terkini. Selain itu, melalui pengembangan kurikulum yang mengacu pada perkembangan industri.

“Dengan demikian link and match dapat bergulir lebih cepat,” ucap Bob.

Lantaran itulah, lanjut Bob, selain memberi hibah alat peraga pendidikan – berupa mobil dan mesin – kepada sekolah-sekolah, Toyota juga turut aktif dalam revitalisasi program vokasi pendidikan dengan memberikan pelatihan bersertifikasi bagi para pengajar dan kelas budaya industri.

Kurikulum
Bahkan, ke depannya, pengembangan kurikulum juga akan menjadi fokus langkah yang dilakukan Toyota. “Kurikulum yang saat ini tersedia di Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) akan kami kembangkan untuk bisa diadopsi oleh SMK. Dengan demikian, diharapkan lulusan SMK mendapatkan pembekalan keterampilan yang kekinian sehingga dapat langsung diserap oleh dunia kerja,” papar Bob.

Toyota, hari Senin (18/3/2019) menghibahkan 5 mobil dan 5 mesin sebagai alat bantu praktikum pendidikan kepada 5 SMK binaan Toyota di Sukabumi, hari ini, Senin (18/3/2019). Dengan hibah tersebut, kini Toyota menyumbangkan 25 unit kendaraan dan 25 unit mesin dalam mendukung rangkaian program vokasi pendidikan.

Seperti diketahui, program pendidikan vokasi industri ini telah digelar pemerintah di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Selain itu Toyota juga memberikan kontribusinya kepada para pengajar melalui penyerahan simbolik sertifikasi “Peningkatan Profesionalitas Guru” kepada 30 guru dari 6 SMK yang menjadi sekolah binaan Toyota di Jawa Barat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di sela penyerahan 5 mobil dan 5 mesin bantuan Toyota Indonesia kepada 5 SMK di Sukabumi 18 Maret 2019 – dok.Istimewa

Penyerahan 5 mobil dan 5 mesin sebagai peraga pendidikan di Sukabumi dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Selain itu Dirrektur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, & Elektronika, Harjanto, dan Jajaran Manajemen Toyota Indonesia. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This