Dua Bulan Pertama Jualan Susut, Ini Strategi Suzuki Pacu Diri

Dua Bulan Pertama Jualan Susut, Ini Strategi Suzuki Pacu Diri
Ilustrasi, Suzuki GSX150 Bandit dengan sentuhan modifikasi bergenre Neo Scrambler dipamerkan di IMOS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan sepeda motor Suzuki di Indonesia di rentang waktu dua bulan pertama tahun ini – Januari dan Februari – masih sebanyak 17.660 unit atau susut jauh dibanding periode sama 2018, 2017, dan 2016. Namun, Suzuki berjanji akan memacu diri agar pangsa pasar yang direbut juga meningkat.

Menurut 2WSales & Marketing Department Head PT SIS, Yohan Yahya, masih ada banyak kesempatan untuk memacu penjualan. Selain menyodorkan model-model yang telah disajikan ke masyarakat saat ini – Suzuki Nex II dan Suzuki GSX 150 Bandit, juga akan menyodorkan delapan model baru.

“Dua bulan pertama, tentu merupakan transisi dari tahun sebelumnya ke tahun baru. Tetapi, itu awal yang bagus. Tetapi, tentunya kita juga akan terus meningkatkan penjualan. Soal motor akan ada delapan motor baru (versi penyegaran dan model baru). Model apa? Tunggu saja tanggal mainnya,” ungkap Yohan saat dihubungi, Rabu (20/3/2019).

Hingga saat ini kabar yang beredar di masyarakat menyebut, diantara model anyar yang akan dibawa Suzuki ke Tanah Air adalah motor adventure DR150 ( di Cina dinamai Haojue NK15) dan DL250 (Suzuki V-Strom 250), serta skutik bongsor Burgman 150.

Suzuki NEX II, salah satu motor andalan Suzuki Indonesia- dok.Motoris

Motor-motor tersebut disinyalir bakal didatangkan dari Cina yang diproduksi oleh Haojue Holding, yakni pabrikan hasil kerjasama Suzuki Motor degan Guangdong Automobile.

Bahkan untuk DR150 dan DL250, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)-nya telah muncul di situs resmi Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta. Per Rabu (20/3/2019) kemarin NJKB Suzuki DR150 sebesar Rp 23.500.000 dan DL 250 Rp 46.700.000.

Lantas akankah ini pertanda keduanya segera hadir di Tanah Air? “Ah, kalau NJKB mah bisa Pemda mana saja menayangkan. Sekarang DKI Jakarta berapa, nanti di Jawa Barat berapa. Tapi intinya, kami selalu mempelajari potensi pasar. Untuk kepastian, kita tunggu saja. Tunggulah kepastiannya, kalau sudah pasti, akan kita kabari,” kata Yohan.

Informasi NJKB Suzuki V-Strom 250 dan Suzuki DR150 di situs Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta – dok.Motoris,jpg

 

Jumlah diler
Selain menydorkan motor baru, PT SIS Roda Dua juga terus menggenjot jumlah diler. Ditemui di sela acara Media Gathering 2019 di Jakarta, Senin (4/3/2019) lalu, Yohan sempat berujar Suzuki tahun ini menargetkan jumlah diler mencapai 500, atau bertambah 14 dari jumlah di tahun 2018 yang sebanyak 486 diler.

“Dengan diler bertambah, maka otomotis kegiatan penjualan juga bertambah. Akses masyarakat untuk membeli juga semakin mudah. Begitu pun dengan layanan purna jual. Kita tambah diler di daerah-daerah yang potensial,” ucap dia.

Sementara itu, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukan di rentang waktu Januari dan Februari kemarin, volume penjualan Suzuki menurun jauh dibanding periode sama tahun 2018. Tahun itu, Suzuki masih mengantongi penjualan sebanyak 89.508 unit meski dengan raihan pangsa pasar hanya 1,4%.

Bahkan masih terpaut jauh dengan penjualan di Januari plus Februari 2017 dan 2016. Di 2017 penjualan dua bulan pertama itu sebanyak 72.191 unit (1,2%), dan di 2016 sebanyak 56.824 unit (1,0%).

Haojue NK150 atau Suzuki DR150 disebut-sebut segera meluncur di Indonesia – dok.Soho,com

Tentu, angka penjualan ini masih sangat timpang jika dibanding dua penguasa pasar motor di Tanah Air, yakni Honda dan Yamaha. Meski, Suzuki masih berada di atas dua merek lainnya, Kawasaki dan TVS. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This