Soal Limbah Baterai Mobil Listrik, Ini Ketentuan di Perpres

Soal Limbah Baterai Mobil Listrik, Ini Ketentuan di Perpres
Ilustrasi bagian-bagian mobil listrik - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Peraturan Presiden (Perpres) kendaraan listrik berbasis baterai seperti di draft final perpres yang diperleh Motoris, Rabu (27/3/2019) juga menetapkan ketentuan pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik. Limbah tersebut wajib didaur ulang atau dikelola lembaga atau perusahaan yang memiliki izin.

Dalam Bab VI tentang perlindungan terhadap lingkungan hidup, pasal 29 ayat 1menyebut “penanganan limbah dari KBL (kendaraan bermotor listrik) berbasis baterai wajib dilakukan daur ulang dan/atau pengelolaan,” bunyi ayat itu.

Sedangkan pada ayat 2 dikatakan, penanganan limbah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilaksanakan oleh lembaga, industri berbasis KBL berbasis baterai dan/atau industri komponen KBL berbasis baterai dalam negeri yang memiliki izin pengelolaan limbah bateri KBL berbasis baterai yang berizin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan limbah.

Sementara pasal 30 di Bab VI itu menyebut, lembaga/perusahaan yang mengelola limbah itu akan diberi apresiasi.“Kententuan lebih lanjut mengenai pemberian apresiasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang lingkungan hidup dan kehutanan,” bunyi ayat 2 pasal tersebut.

Ilustrasi mobil listrik – dok.RusAutoNews.com

Lantas apa bahayanya limbah baterai tersebut terhadap lingkungan hidup, manusia, dan makhluk lainnya? Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin mengatakan banyak penelirian yang menunjukan bahaya limbah itu terhadap ekosistem, baik terhadap lingkungan hidup, manusia, dan mkahluk hidup lainnya.

“Tentu yang menyangkut kesehatan manusia perlu dinyatakan oleh lembaga-lembaga independen maupun pemerintah yang bergerak di bidang kesehatan seperti halnya yang sudah diungkapkan lembaga-lembaga dunia. Tetapi, untuk lingkungan limbah baterai itu memiliki dampak naiknya tingkat pemanasan global, udara, air, serta tanah,” kata pria yang akrab disapa dengan Puput itu yang dihubungi akhir pekan lalu.

Hasil riset berjudul The Ecological Impact of Battery yang dilakukan para ahli dari Carnegie Mellon University, Pennsylvania, Amerika Serikat yang dirilis tahun 1994 menyebut dampak terbesar dari baterai berbahan merkuri, kadmium, timbal, nikel, seng, dan lithium kepada manusia adalah munculnya penyakit maupun cacat.

Ilustrasi, baterai untuk motor listrik di kendaraan roda dua yang disimpan di bagian bagasi bagian bawah – dok.Istimewa

“Dampak serius limbah baterai terhadap manusia itu termasuk menyebabkan kerusakan neurologis atau sistem syarat, kerusakan ginjal, menjadikan cacat lahir pada bayi, dan timbulnya berbagai jenis kanker,” bunyi kesimpulan riset tersebut. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This