Penjualan Bus Susut, Hajatan Pemilu Ikut Berpengaruh

Penjualan Bus Susut, Hajatan Pemilu Ikut Berpengaruh
Ilustrasi bus Hino dites jalan di Jawa Tengah - dok.HMSI

Jakarta, Motoris – Penjualan chassis bus di tiga bulan pertama tahun ini, yakni dari Januari hingga Maret 2019 terlihat menurun. Menciutnya pembelian oleh pengusaha angkutan terhadap chassis tersebut selain karena banyak diantara mereka yang membeli di tahun lalu, juga karena faktor tahun politik.

“Ya, kebanyakan dari pengusaha itu ambil nafas dulu. Karena tahun lalu banyak teman-teman pengusaha yang belanja (membeli chassis) dan kemudian meminta karoseri. Artinya, kan investasi sudah digelonotorkan. Sekarang baru mengoperasikannya, atau bahkan banyak pesanan karoseri dari bus-bus mereka yang masih dalam proses penggarapan. Itu juga ada,” papar Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia LEsani Adnan, saat dihubungi Motoris, belum lama ini.

Selain karena faktor itu, hajatan pemilihan umum – baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden – juga menjadikan pengusaha masih menunggu dan melihat perkembangan situasi. Pasalnya, lanjut Lesani, investasi di angkutan bus juga tidak kecil, sementara bisnis yang dijalankan terakit dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Ilustrasi, bus model Legacy SR-2 milik PO Luragung Garapan Karoseri Laksana – dok.Istimewa

“Tentunya, kondisi politik bisa berdampak ke kondisi sosial maupun ekonomi. Tetapi mudah-mudahan lancar-lancar saja,” kata dia.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sekretaris Jenderal Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) TY Subagio. Menurutnya, tren penurunan tersebut bisa dirasakan dari order yang diterima para anggota asosiasi.

Hanya, lanjut Subagio, besaran penurunan tersebut tidak diketahui secara persis angkanya. Pasalnya, kata dia, dari total perusahaan karoseri yang ada di Indonesia yang masuk menjadi anggota asosasi hanya 40%. Sehingga, sebagian besar tidak melapor kinerja penerimaan order ke asosiasi.

“Tetapi, kalau pembicaraan informal, rata-rata teman-teman di karoseri mengatakan permintaan (jasa karoseri) menurun di tiga bulan (Januari-Maret) tahun ini,” ujarnya saat dihubungi.

Bus garapan karoseri Laksana yang dipamerkan di Trade Expo Indonesia 2018 – dok.Motoris

Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, sepanjang Januari-Fenruari kemarin total penjualan chassis bus sebanyak 614 unit (di luar penjualan Mercedes-Benz yang tidak melaporkan penjualan ke Gaikindo). Jumlah tersebut menciut 4% dibanding dua bulan pertama tahun 2018.

“Kami berharap, setelah Pemilu, penjualan meningkat dan order ke karoseri juga meningkat. Karena Juni sudah lebaran, biasanya menjelang lebaran juga naik order ke karoseri. Saat ini ada sentimen positif bagi usaha angkutan bus, yaitu infrastruktur jalan tol yang semain bagus,” imbuh Subagyo.(Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This