Bea Masuk Otomotif AS Pukul Ekonomi Dunia

Bea Masuk Otomotif AS Pukul Ekonomi Dunia
Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrikan Cina - dok.Wikipedia

Washington, Motoris – Ekonom senior Dana Moneter Internasional (IMF), Gita Gopinath, mengatakan penerapan bea masuk untuk produk otomotif oleh Amerika Serikat (AS) telah merugikan pertumbuhan ekonomi global. Pasalnya, penerapan bea masuk itu berpengaruh kepada rantai pasokan global, sehingga dampaknya lebih “dahsyat” ketimbang perang dagang antara AS dengan Cina.

“Penerapan bea masuk otomotif mempengaruhi ekspor banyak negara. Selain itu, negara-negara yang terkena dampak melakukan balasan dengan kebijakan yang sama yakni mengenakan tarif bea masuk,” papar Gopinath seperti dilansir Reuters, Jumat (12/4/2019) lalu.

Melihat fakta ini, Gopinath menyimpulkan bahwa penerapan tarif bea masuk oleh AS telah memiliki dampak yang merugikan lebih besar ketimbang perang dagang antara Negeri Abang Sam itu dengan Cina. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan bea masuk sekitar 25% untuk kendaraan impor dan suku cadang mobil.

Gita Gopinath, ekonom senior IMF yang juga Profesor Ekonomi di Harvard University – dok.Wall Street Journal

Kebijakan tersebut didasari alasan keamanan nasional. Trump menyembut dasar kebijakan itu adalah undang-undang perdagangan 1962 yang bertujuan melindungi pangkalan industri militer era Perang Dingin.

Ancaman tersebut ditujukan ke sejumlah mitra dagangnya, termasuk Jepang dan Uni Eropa. Bahkan, baru-baru ini Trump juga mengancam akan menerapkan kebijakan yang sama kepada Meksiko.

Jika Trump benar-benar menerapkan kebijakan tersebut, maka ekonomi negara-negara itu akan terdampak parah pada semester kedua tahun ini. “Kami prihatin terhadap akibat dari penerapan bea impor otomotif (oleh AS) itu ke ekonomi global. Sebab, pada saat ini kita sedang dalam fase pemulihan (ekonomi),” kata Gopinath yang juga professor Universitas Harvard tersebut. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This