Isuzu “Gas Pol” Jualan, Pakai Jurus Uang Muka Rp 8 Jutaan

Isuzu “Gas Pol” Jualan, Pakai Jurus Uang Muka Rp 8 Jutaan
Ilustrasi, Isuzu Traga - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Setelah di sepanjang kuartal pertama – Januari hingga Maret – lalu membukukan kinerja gemilang dengan pertumbuhan penjualan 25% di tengah menurunnya pasar 10-20%, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) akan “ngegas pol” penjualan kendaraan komersial. Salah satu caranya, dengan menawarkan down payment (DP) Rp 8 jutaan hingga bunga 0%.

Menurut Presiden Direktur IAMI, Ernando Demily, cara itu ditempuh demi memberikan kemudahan pengusaha-pengusaha sektor angkutan barang dan logistik. Khususnya, bagi pelaku usaha yang baru merintis usaha di sektor tersebut.

“Sebab, pasar segmen logistik dan distribusi itu sangat sensitif terhadap cashflow. Karena itu, demi memudahkan pengusaha untuk memiliki armada pengiriman yang kompetitif baik secara harga beli dan perawatan, kami menawarkan program DP ringan, bunga nol persem, dan free servis hingga dua tahun,” ungkap Ernando kepada Motoris melalui pesan elektronik, Senin (15/4/2019).

Bahkan, program yang ditawarkan sejak awal tahun lalu itu diklaim telah membuahkan hasil tokcer. Terbukti penjualan kendaraan komersial Isuzu di rentang waktu tiga bulan pertama nanjak hingga 25% dibanding periode sama tahun lalu, dan menjadi 5.960 unit.

Truk ringan Isuzu – dok.Istimewa

Ernando mengatakan, pihaknya fokus ke bidang usaha sektor non komoditas seperti sandang, pangan, fast moving consumer goods, yang dilakono pelaku usaha jasa logistik dan distribusi karena porsinya jauh lebih besar.

“Memang, selama ini, umumnya pasar kendaraan komersial ditopang oleh sektor komoditas, tetapi faktanya 70% lebih merupakan sektor non komoditas, Dan ini menjanjikan, termasuk dengan berkembanganya pasar online,” ujar dia.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, di tiga bulan pertama itu Isuzu berhasil mencuil pangsa pasar kendaraan komersial hingga 2,3%. Artinya, perolehan pangsa pasar ini naik dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu yang sebesar 1,8%. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This