Nissan Ketiban Berkah Xpander, Penjualan Meroket 824%

Nissan Ketiban Berkah Xpander, Penjualan Meroket 824%
Ilustrasi, PT Nissan Motor Indonesia meluncurkan low MPV Nissan Livina,- dok. NMI

Jakarta, Motoris – Nissan mulai memetik buah manis hasil kolaborasi dengan Mitsubishi, berupa All New Livina, produk kembaran Mitsubishi Xpander. Nissan tinggal ongkang-ongkang kaki dan membiarkan Mitsubishi memproduksi Livina sambil menikmati lonjakan penjualan.

Maret 2019, penjualan Nissan melonjak 109% menjadi 3.172 unit dibandingkan bulan sama tahun lalu dan 824% dari bulan sebelumnya. “Semua ini berkat kehadiran All New Livina,” tulis broker saham RHB dalam laporan riset, belum lama ini.

Sementara itu, merek lain yang juga menikmati kenaikan penjualan adalah Toyota. Bulan lalu, penjualan Toyota naik 22,6% menjadi 28.900 unit, dibandingkan Februari. Lonjakan penjualan Toyota dipicu meledaknya penjualan New Avanza dan Veloz serta SUV Rush. Penjualan Daihatsu juga melonjak 20,4%, didorong New Xenia, Terios, dan Gran Max.

Seiring dengan itu, pangsa pasar Grup Astra di bisnis mobil domestik pada Maret 2019 melompat menjadi 55,8% dari Februari 51,1%. Sepanjang kuartal I tahun ini, pangsa pasar Grup Astra di pasar mobil domestik melompat menjadi 52,9% dari periode sama tahun lalu 47,9%.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander penjualan disebut mulai mencapai titik jenuh – dok.Motoris

Berdasarkan laporan riset RHB Securities, penjualan mobil Grup Astra, yang terdiri atas Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Peugeot turun 5,4% menjadi 134 ribu unit kuartal I tahun ini dari 141 ribu unit, sedangkan pasar terkoreksi 13,1%.

Toyota masih menjadi kontributor terbesar penjualan Astra sekaligus merek mobil terlaris di Indonesia. Sepanjang Januari-Maret 2019, penjualan Toyota mencapai 77 ribu unit, diikuti Daihatsu di peringkat kedua dengan penjualan 50 ribu unit, Mitsubishi 47 ribu unit, Honda 28 ribu unit, dan Suzuki 22 ribu unit.

Pangsa pasar tiga rival berat Astra itu turun. Mitsubishi membukukan penurunan pangsa pasar dari 18,9% menjadi 18,6%, Honda dari 12,4% menjadi 11,4%, dan Suzuki dari 11,1% menjadi 9%.

Meningkat
RHB meyakini, penjualan mobil akan meningkat selepas pemilu. Alasannya, koreksi penjualan kuartal I lalu dipicu aksi menahan pembelian konsumen sebelum pemilu digelar, terutama kalangan korporasi. Begitu pemilu selesai, korporasi dan konsumen diprediksi mulai membeli mobil.

New Toyota Avanza yang dilucurkan 15 Januari 2019 saat tes drive dari Cirebon menuju Semarang – dok.Istimewa

RHB mempertahankan rekomendasi overweight (pertumbuhan harga saham lebih tinggi dari indeks harga saham gabungan (IHSG) saham sektor otomotif. Saham Grup Astra berkode ASII menjadi saham pilihan broker saham itu, dengan rekomendasi beli (buy) dan target harga Rp 9.000.

RHB juga merekomendasikan beli saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan target harga Rp 2.100. “Risiko saham otomotif adalah kenaikan suku bunga dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS,” tulis RHB dalam laporan riset, belum lama ini. (Gbr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This